Dewan Sebut Pembangunan Infrastruktur di Surakarta Masuk Daftar Anggaran Prioritas

  • Bagikan
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)
Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)

SURAKARTA, Lingkar.co – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta, YF Sukasno menyebutkan, pengembangan infrastruktur yang menjadi tugas di komisi miliknya, kini masuk daftar anggaran prioritas.

“Yaitu, fokus pada penataan kawasan Kota Solo,” katanya kepada Lingka.co, baru-baru ini. 

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Walaupun situasi dan kondisi di masa pandemi, tetapi pembangunan infrastruktur di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang masuk APBD tahun 2021 ini tetap berjalan, alokasi anggaran masih tetap yang paling banyak diantara OPD-OPD yang lain,” lanjutnya.

Pihaknya telah menyepakati beberapa usulan dari OPD, terkait pembangunan di tahun 2020 yang belum selesai.

“Kelanjutan pembangunan infrastruktur tersebut seperti, melanjutkan koridor Jalan Insinyur Juanda, program Satu lubang, dan melanjutkan pembangunan Jalan Lingkungan.

Terusan Pembangunan Jalan Insinyur Juanda

Proyek penataan dan pembangunan trotoar koridor di Jalan Juanda,  Pucang Sawit,  Kelurahan Jebres, tahun lalu, di kategorikan sebagai proyek terbesar sepanjang 2020 yang menghabiskan dana 13 Milyar.

Dalam anggaran tahun 2021 ini, proyek Jalan Juanda masih menjadi prioritas dalam APBD 2021 senilai sekitar 7,1 Milyar yang merupakan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), dalam proses lelang.

“Tahun kemarin sudah menyelesaikan koridor, drainase, dan pendistrian, kalau tahun ini nantinya akan di fokuskan pada pengaspalan jalan dan pemeliharaan awal untuk koridor tersebut,” ujar YF Sukasno.

Jika dihitung presentase proyek ini hingga sekarang, Sukasno menyebutkan sudah bisa dibilang lebih dari 50%. Pihaknya bekerjasama dengan  Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) akan melanjutkan kembali proyek ini setelah proses lelang selesai.

“Karena jalan ini proyek kemarin, jadi harus segera di tuntaskan, mungkin dikerjakan bulan Mei atau Juni mendatang. Jalannya juga lumayan panjang dan luas, mungkin kami membutuhkan waktu yang lumayan lama,” imbuhnya.

Jika sebelumnya, penataan jalan dari barat ke pusat kota sudah dilaksanakan dengan baik dan sudah tertata rapi.

Kini Pemkot Surakarta, berganti melakukan penataan jalan dari arah timur ke pusat Kota Surakarta. Penataan ini dimaksudkan agar terjadinya pemerataan penataan kota sesuai syarat tata kota yang sudah ditetapkan.

Salah satu kondisi jalan di Surakarta yang rusak, belum lama ini. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)
Salah satu kondisi jalan di Surakarta yang rusak, belum lama ini. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)

Program Satu Lubang

Program satu lubang ini merupakan, program perbaikan dan pemeliharaan jalan kota dalam bentuk penembelan jalan. Anggaran untuk program ini sebesar 2,2 Milyar.

“Beberapa pasti akan ditambal, namanya anggaran satu lubang, jadi nanti dari DPUPR yang akan mengeksekusi, disurvei dulu jalan mana saja yang perlu penambalan,” terang Sukasno.

Pihaknya juga memastikan bahwa program ini untuk sekarang sudah dalam tahap inventarisasi dan persiapan.

“Ini masih di lelang, nanti kalau sudah deal baru tim kami akan menambal jalan jalan yang berlubang tersebut,” tuturnya.

Pembangunan Jalan Lingkungan

Selain dua proyek besar diatas, ada juga proyek penataan jalan-jalan di kampung, yang dinamakan dengan proyek Jalan Lingkungan.

Jalan lingkungan sendiri yang dimaksud adalah jalan yang ada dikampung yang perlu pembangunan dan perbaikan berupa pengaspalan jalan.

“Nanti sistemnya skala prioritas, disesuaikan dengan besaran anggaran dan akan di prioritaskan untuk daerah yang paling perlu pembenahan,” jelasnya.

Sukasno juga menambahkan, dalam proyek ini telah dianggarkan dana sebesar 6 Milyar, yang tentunya dengan dana sejumlah itu pihaknya tidak bisa menjamin seluruh jalan kampung bisa terselesaikan di tahun 2021 ini.

“Nangi kan bertahap, ya harus pinter-pinter membuat skala prioritas saja, kalau tidak selesai di tahun ini karena keterbatasan anggaran kan siapa tau di tahun depan bisa dilanjutkan kembali, tergantung bagaimana nanti anggarannya,” pungkasnya. (luh/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.