Dinilai Tak Akomodir Kader dari Bawah, Enam PAC dan Perempuan Bangsa Tuntut Pembatalan Hasil Muscab PKB Sragen

  • Bagikan
Pelaksanaan Muscap DPC PKB Kabupaten Sragen belum lama ini.(MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR.CO)
Pelaksanaan Muscap DPC PKB Kabupaten Sragen belum lama ini.(MUKHTARUL HAFIDH/LINGKAR.CO)

SRAGEN, Lingkar.co –  Penolakan mewarnai pelaksanaan Musyawarah cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Enam PAC, yakni PAC Kalijambe, Ngrampal, Kedawung, Gondang, Gemolong, Karangmalang dan sayap partai Perempuan bangsa menolak hasil musyawarah, Sabtu (6/3).

Penolakan tersebut menyusul lima nama usulan dari PAC gugur tidak ada satupun yang masuk dalam kepengurusan baru DPC PKB Sragen. Sehingga mereka menuntut penundaan dan pembatalan hasil Muscab PKB Sragen.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Pengurus PAC Kalijambe Haji Sastro Dikromo secara tegas menolak hasil Muscab PKB Sragen dan meminta DPP maupun DPD.

“Usulan lima nama dari masing-masing PAC tidak ada sama sekali. Karena kita mengusulkan berdasar perwakilan PAC. Anehnya usulan nama tidak ada yang masuk di kepengurusan yang baru,” kata Sastro yang mengaku sebagai pendiri PKB Dapil 2 Sragen ini.

Perwakilan PAC Ngrampal, Rahmad mengatakan, sesuai tahapan awal, usulan nama pengurus PKB yang baru dari bawah. Namun kenyataanya, semua usulan nama tidak ada yang masuk. Sehingga sejumlah PAC Ngrampak menolak hasil itu.

“Intinya kami menolak hasil Muscab. Karena tidak mengakomodir usulan dari bawah. Sehingga sikap demokrasi telah hilang,” tegas pengurus PAC Ngrampal ini.

Penolakan juga datang dari ketua Perempuan Bangsa PKB Sragen Indah Sri Udanti terhadap hasil Muscab. Perwakilan sayap wanita ini, menilai PKB bukan pondok pesantren, tetapi sebuah partai politik. Untuk itu, harus dipegang mereka yang berpengalaman dan mampu merangkul semua elemen masyarakat dalam mendongkrak suara partai.

Menurutnya, pengurus baru ini tidak pernah merasakan pahit getirnya perjuangan membesarkan partai dari nol. Hingga bisa melahirkan 7 kursi di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI hingga mendudukan wakil bupati.

“Tapi ini tahu-tahu mereka yang tidak tahu soal perjuangan membesarkan partai malah terpilih dan menyingkirkan orang-orang lama,” tegas Indah.

Sedangkan mantan Ketua DPC PKB Sragen Mukafi Fadli secara pribadi sangat ikhlas melepas jabatannya sebagai ketua partai. Hanya saja, ia merasa ada ganjalan dalam suksesi kepemimpinan.

Menurutnya, kader di tingkat bawah sudah berjuang berdarah-darah membesarkan partai, dari suara 23 ribu menjadi 87 ribu. Bahkan, hingga saat ini PKB sebagai partai rangking dua di Sragen. Seharusnya mengajak semua kader di tingkat bawah bicara dalam pembentukan pengurus yang baru.

“Jangan sampai pergantian pengurus ini menggunakan politik belah bambu. Dimana yang satu diangkat, yang satu diinjak hingga menimbulkan perpecahan di partai,” papar Mukafi.

Sementara Ketua DPC PKB Sragen KH Budi Ridwani menjelaskan, semua pihak harus menghargai dan menghormati keputusan DPD maupun DPP PKB. Pihaknya sangat memahami bahwa dalam politik ada yang tidak sesuai dengan keinginan. Pihaknya akan akan secepatnya konsolidasi dan mengakomodir kader lama maupun baru.

“Kita akan memasukan semua pengurus lama dalam pembentukan pengurus baru. Semua kembali perjuangkan untuk membesarkan partai bersama,”tutur Budi.(fid/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.