Wisata  

Dinporapar Pati Terus Lakukan Pembinaan Pelaku Wisata di Tengah Pandemi

MENARIK: Seorang warga berfoto di salah satu spot di tempat wisata Desa Jollong, Kecamatan Gembong, Pati belum lama ini. (DOK WARGA FOR LINGKAR.CO)
MENARIK: Seorang warga berfoto di salah satu spot di tempat wisata Desa Jollong, Kecamatan Gembong, Pati belum lama ini. (DOK WARGA FOR LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati terus berupaya melakukan pembinaan pelaku wisata secara berkala. Agar sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pati bisa beroperasi di tengah pandemi covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinporapar Pati Ida Istiani mengatakan, destinasi maupun desa wisata (deswita) yang boleh buka selama pandemi covid-19 harus mendapatkan izin Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pati. Sebelumnya, tempat wisata itu harus menyediakan fasilitas prokes ketat.

“Tempat wisata harus menyediakan tempat cuci tangan, pengelola wajib memiliki thermo gun untuk mengecek suhu badan pengunjung sebelum masuk lokasi wisata. Tak hanya itu, pengelola tempat wisata menghimbau pengunjung untuk selalu memakai masker dan jaga jarak,” katanya kepada lingkar.co.

Lanjut Ida, selama pandemi covid-19 mulai Maret lalu berpengaruh kepada semua elemen, tak terkecuali wisata-wisata yang ada di Pati. Hampir semua tempat wisata berhenti beroperasi karena pandemi.

“Hampir semua deswita yang terdaftar pada Dinporapar mengalami penurunan pendapatan ketika pamdemi. Penurunan pendapatan mereka lebih dari 50 persen dibandingkan sebelum pandemi covid-19,” jelasnya.

Ida menjelaskan, pemasukan deswita pada tahun 2019-2020 tidak memenuhi target. pada 2019, target pemasukan senilai Rp 510.444.000, akan tetapi pada realisasinya senilai Rp 505.020.000. “Pada tahun 2020, Dinporapar menargetkan pemasukan senilai Rp 390.341.000 dan terealisasi senilai Rp 231. 680. 000,” bebernya.(kin/lut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.