Diperjuangkan Selama 12 Tahun, Akhirnya 351 Guru Inpassing di Kabupaten Kendal Dapat SK Tunjangan Guru Madrasah Non ASN

Diperjuangkan Selama 12 Tahun, Akhirnya 382 Guru Inpassing di Kabupaten Kendal Dapat SK Tunjangan Guru Madrasah Non ASN. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Lingkar.co – Ketua Forum Guru Sertifikasi Non Inpassing (FGSNI) Bahrul Ulum menjelaskan, butuh penantian hingga 12 tahun agar kesejahteraan guru inpassing non ASN di Kendal tercapai.

Bahkan, berbagai upaya dilakukan agar hal itu segera terwujud. Termasuk mendesak pemerintah pusat agar menganggarkan tunjangan untuk ribuan guru inpassing lainnya.

“Dan akhirnya SK sudah keluar. Ini hasil yang baik agar guru madrasah juga lebih sejahtera,” jelasnya usai Pembinaan Guru Inpassing di Kendal, Senin (16/10/2023).

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Ulum melanjutkan, para guru inpassing ini bakal mendapat tunjangan satu kali gaji sesuai golongannya. Dia berharap, guru madrasah lebih solid dalam memberikan pengabdian serta kinerja terbaik untuk dunia pendidikan.

“Tapi masih ada yang mengganjal. SK yang turun ini tidak berlaku untuk guru yang usianya diatas 55 tahun. Jadi nasib mereka belum jelas,” ungkapnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Sebab itu, FGSNI Kabupaten Kendal berupaya agar ada pemerataan kesejahteraan. Termasuk untuk guru inpassing yang berusia lebih dari 55 tahun.

Png-20230831-120408-0000

“Semoga ada kebijakan baru. Agar guru-guru yang sudah lama mengabdi bisa sama sejahteranya,” harap Ulum.

Sementara Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kendal, Solahuddin mengatakan, guru inpassing ini tentunya sudah memiliki sertifikasi. Adapun yang terdaftar sebagai guru inpassing sebanyak 382. Namun, yang keluar SK hanya 351.

“Yang lainnya masih terkendala usia. Mudah-mudahan ada kebijakan lain dari pemerintah daerah juga,” katanya.

Solahuddin menambahkan, tunjangan untuk guru inpassing ini tidak seluruhnya cair di tahun 2023. Adapun sisanya akan disalurkan pada tahun berikutnya.

Pihaknya juga meminta, guru madrasah agar meneguhkan visi misi dalam dunia pendidikan.

“Harus bisa mengelola madrasah agar menjadi tempat yang baik untuk pembinaan anak-anak kita,” tambahnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *