Evaluasi Kinerja ASN, Bupati Grobogan Minta Jangan Saling Menyalahkan

Bupati Grobogan, Setyo Hadi saat memberikan arahan dalam apel kerja, Senin )5/1/2026). Foto: dokumentasi
Bupati Grobogan, Setyo Hadi saat memberikan arahan dalam apel kerja, Senin )5/1/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Bupati Grobogan, Setyo Hadi memberikan evaluasi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 2025. Ia menegaskan yang telah diraih patut dijaga. Sedangkan yang masih kurang dapat ditinjau ulang dan dibenahi secara bertahap tanpa saling menyalahkan.

“Yang sudah berjalan baik, menurutnya, perlu dilanjutkan. Sementara yang belum optimal harus diperbaiki bersama, tanpa saling menyalahkan,” ujarnya dalam arahan apel, Senin (5/1/2026).

Bupati mengapresiasi seluruh ASN atas kerja dan kebersamaan yang telah terbangun selama ini. Menurut dia, keberhasilan pemerintahan daerah tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kerja tim yang saling menguatkan.

Tak lupa ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kedisiplinan sebagai fondasi pelayanan publik. Dalam konteks organisasi, Bupati menyoroti perlunya keselarasan antarlini, mulai dari pimpinan hingga pelaksana teknis.

Untuk itu ia meminta kepala perangkat daerah agar memahami karakter dan dinamika bawahannya, sementara Sekretaris Daerah (Sekda) diharapkan mengenali kebutuhan dan tantangan masing-masing perangkat daerah secara lebih menyeluruh.

Bupati juga menyinggung persoalan yang kerap muncul dalam birokrasi, seperti kurangnya sinkronisasi antara pimpinan unit dan pejabat di bawahnya.

“Kerja yang efektif hanya bisa terwujud jika ada komunikasi yang sehat dan saling menghargai antara atasan dan bawahan,” pesannya.

Selain itu, Setyo Hadi juga mengingatkan agar seluruh ASN menjaga sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah pada dasarnya memiliki satu peran yang sama, yakni melayani masyarakat.

“Kita ini sama. Tugas kita melayani publik, melayani masyarakat. Kita bergandengan tangan, bekerja bersama,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga etika, termasuk dalam penggunaan media sosial. ASN diminta menghindari unggahan yang tidak pantas atau bersifat pamer, serta tetap menjaga citra sebagai pelayan publik. Kedisiplinan kerja pun kembali ditekankan, mulai dari kepatuhan terhadap izin atasan hingga kebiasaan menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda.

Ke depan, Bupati Setyo Hadi juga berencana menjadwalkan kunjungan kerja ke perangkat daerah sebagai ruang berbagi, mendengar langsung persoalan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi.

“Grobogan adalah tanggung jawab bersama, yang hanya bisa dijaga melalui kerja yang jujur, disiplin, dan saling menghormati,” tutupnya. (*)