Lingkar.co – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Digital (Komdigi) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, mengajak insan pers memperkuat penggunaan narasi serta diksi yang positif dan akurat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk membantu membangun pemahaman publik yang selaras terhadap berbagai isu.
Ajakan tersebut disampaikan Agung saat menghadiri acara Halalbihalal Keluarga Besar PWI Provinsi Jawa Tengah di Gedung Pers Jateng, Semarang, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, perbedaan persepsi di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Namun, peran pers dinilai strategis dalam menjernihkan persoalan yang muncul di ruang publik.
“Yang namanya persepsi itu kadang beda-beda. Apa yang kita lakukan, orang lain akan selalu memiliki celah untuk mengkritiknya,” ujarnya.
Ia kemudian mencontohkan kisah klasik tentang ayah, anak, dan seekor kuda untuk menggambarkan bagaimana sudut pandang publik bisa berbeda-beda dalam menilai suatu tindakan.
Agung yang hadir mewakili Sekda Jateng Sumarno itu juga berharap kemitraan antara PWI dan Komdigi Jateng dapat terus terjalin.
Terlebih, berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) wartawan selama ini telah rutin dilakukan.
Peran Wartawan sebagai Penyampai Kebaikan
Acara halalbihalal bertajuk “Like Maaf, Share Manfaat” tersebut dihadiri Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana beserta jajaran pengurus, Dewan Kehormatan PWI, serta sejumlah tokoh dari berbagai lembaga.
Turut hadir Ketua Komisi Informasi (KI) Jateng Indra Ashoka Mahendrayana, Wakil Ketua KI Setiadi, anggota KI M Asrofi, anggota Bawaslu Jateng Sosiawan, Ketua KPU Jateng Handi Tri Ujiono, hingga perwakilan mitra kerja seperti Semen Gresik dan BNI Wilayah 05 Semarang.
Suasana berlangsung hangat dengan kehadiran wartawan senior, termasuk mantan Ketua PWI Jateng Soetjipto, serta Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jateng Umy Rokhafifa.
Dalam sambutannya, Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh keluarga besar PWI, khususnya para senior yang terus memberikan arahan dalam menjaga marwah organisasi.
Ia menilai, profesi wartawan sejatinya memiliki tanggung jawab menjalankan nilai amar ma’ruf nahi munkar. Tema halalbihalal tahun ini, menurutnya, merepresentasikan upaya menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
“Semoga halalbihalal ini makin meningkatkan ikatan persaudaraan, kekompakan, dan kekeluargaan kita,” ujarnya.
Dimensi Spiritual Profesi Wartawan
Pada sesi tausiah, Direktur NU Online Institute, Gus Ahmad Mundzir, menekankan bahwa profesi wartawan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Merujuk pada Surat An-Naba, ia menyebut tugas menyampaikan berita merupakan peran mulia yang juga dijalankan Nabi Muhammad SAW.
“Nabi membawa berita penting untuk menjawab isu-isu viral di Makkah kala itu. Pers hari ini punya peran serupa menjawab kegelisahan publik dengan kebenaran,” pungkasnya. ***








