Harga Emas Kian Terpuruk Pagi Ini

Logam mulia emas Antam (DOK ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)
Logam mulia emas Antam (DOK ANTARA/KORAN LINGKAR JATENG)

CHICAGO, Lingkar.co – Harga emas kian terpuruk hingga berada di bawah 1.700 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga tersebut berkutat di level terendah 9-bulan.

Penurunan harga tersebut terpengaruh oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan mendukung penguatan dolar. Selain itu, juga imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat dan menempatkan logam dalam penurunan mingguan ketiga beruntun.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange turun 2,2 dolar AS menjadi 1.698,50 dolar AS per ounce.

Jumlah tersebut merupakan penyelesaian terendah sejak Juni. Sehari sebelumnya, Kamis (4/3/2021), harga emas berjangka merosot 15,10 dolar AS atau 0,88 persen, menjadi 1.700,70 dolar AS.

“Optimisme dalam hal ekonomi ke depan terus mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Tentunya banyak menghilangkan keuntungan di pasar-pasar komoditas, termasuk emas,” kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell pada Kamis (4/3/2021) mengulangi janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar dan mengalir sampai warga Amerika kembali bekerja.

Pernyataan Powell mengecewakan investor emas yang mengharapkan dia untuk bertindak atas lonjakan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, yang telah mengirim emas berada di bawah 1.700 dolar AS per ounce.

“Pasar emas mengembalikan keuntungan akibat pandemi. Penurunan di bawah 1.700 dolar AS per ounce membuat pasar tampak rapuh,” kata analis HSBC dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 17,4 sen atau 0,68 persen menjadi ditutup pada 25,287 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh 7,0 dolar AS atau 0,62 persen menjadi menetap pada 1.128,30 dolar AS per ounce.(ara/lut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.