Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang mulai mempercepat peremajaan armada Trans Semarang sebagai langkah mengatasi persoalan bus berasap tebal atau dikenal sebagai “cumi-cumi darat”.
Sebanyak 41 armada baru jenis bus medium dan feeder kini telah dioperasikan di sejumlah koridor. Langkah ini menjadi bagian dari target besar penggantian total 130 armada hingga September 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan peremajaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
“Harapan bus mogok karena usia dan asap tebal bisa hilang,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan Pemkot juga akan mulai menghadirkan bus listrik sebagai bagian dari transformasi transportasi perkotaan yang lebih rendah emisi.
“Ke depan juga ada bus listrik,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyebut peremajaan ini merupakan komitmen peningkatan layanan transportasi umum di Kota Semarang.
“Dari target 130, baru terealisasi 41 armada,” jelasnya.
Armada baru tersebut telah dioperasikan di beberapa jalur utama, yakni Koridor 4, Koridor 8, serta layanan Feeder 1 dan Feeder 3.
Penggantian armada mencakup bus besar hingga kendaraan pengumpan yang menjangkau kawasan permukiman.
Danang menambahkan, armada lama selama ini kerap mengalami gangguan teknis dan menghasilkan emisi tinggi akibat faktor usia.
“Banyak yang keluar asap tebal ataupun mogok karena usia,” katanya.
Seluruh proses peremajaan ditargetkan rampung pada September 2026, termasuk pengadaan bus listrik sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi umum sekaligus mengurangi polusi udara di Kota Semarang. ***












