Implementasikan Kampus Merdeka, Mahasiswa Indonesia-Filipina Laksanakan Pertukaran Pelajar

  • Bagikan
Tangkapan layar saat pembukaan pertukaran pelajar secara daring.(DOK UMK FOR LINGKAR.CO)
Tangkapan layar saat pembukaan pertukaran pelajar secara daring.(DOK UMK FOR LINGKAR.CO)

KUDUS, Lingkar.co – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali melaksanakan pertukaran pelajar atau transfer kredit dengan Central Bicol State University of Agriculture (CBSUA) Filipina. Ada sembilan mahasiswa yang akan mendapat materi kuliah oleh dosen CBSUA dan sembilan mahasiswa CBSUA akan mendapat materi kuliah oleh dosen UMK.

Dalam kegiatan kredit transfer tahap kedua tersebut, dibuka langsung oleh Rektor UMK Prof. Dr. Darsono, M.Si dan Presiden CBSUA Alberto N. Naperi, DPA.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Rektor UMK Prof. Dr. Darsono mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kerjasama dengan CBSUA yang sudah terjalin, salah satunya kegiatan transfer kredit. Karena mahasiswa bisa kuliah di kampus lain di luar negeri. ”Ini salah satu wujud Kampus Merdeka yang dicanangkan pemerintah,” katanya.

Kampus merdeka memungkinkan mahasiswa untuk bebas memilih program studi lain atau universitas lain. Seperti transfer kredit atau pertukaran pelajar yang antara UMK dengan CBSUA.

Untuk itu, pihaknya saat ini masih terus berusaha untuk mendesain dan berinovasi dalam kegiatan pertukaran pelajar agar terus lebih baik. Karena dengan program ini, mahasiswa akan mendapatkan suasana baru dan tambahan baru ketika belajar di kampus lain, apalagi beda negara yang memiliki budaya dan bahasa yang berbeda.

Sementara itu, Presiden CBSUA Alberto N. Naperi, DPA mengatakan, dalam masa pandemi ini, masih ada peluang untuk melakukan inovasi. Sehingga program transfer kredit tetap bisa berjalan, walaupun secara daring.

Ia mengaku senang dengan adanya pelaksanaan kegiatan internasional tersebut bisa berjalan, bahkan bisa berlanjut ke batch dua walaupun masih pandemi. ”Kami senang ini tetap berjalan, persiapan sudah komplit,” terangnya.

Selama pandemi, memang harus terus bergerak, butuh inovasi dan tidak boleh berhenti bermimpi untuk mahasiswa. Usai pandemi, pihaknya berharap program ini masih terus berjalan dan bisa terlaksana secara tatap muka. Agar mahasiswa juga bisa merasakan suasana dan budaya Indonesia maupun Philipina.

Ketua Kantor urusan Internasional (KUI) UMK Mutohhar, M.Pd mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dua prodi tersebut tentunya menyesuaikan dari pihak CBSUA.(lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.