Dampingi Anak Masa Transisi dari TK ke SD, PKK Kabupaten Cilacap Dorong Ekosistem Pendidikan

Dampingi Anak Masa Transisi dari TK ke SD, PKK Kabupaten Cilacap Dorong Ekosistem Pendidikan
Suasana Seminar Pola Asuh, Selasa (19/05/2026) di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Kelompok Kerja (Pokja) II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga(TP PKK) Kabupaten Cilacap, berupaya meningkatkan pemahaman kader PKK, pendidik PAUD, dan orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam menyiapkan anak usia dini memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD),

Tak hanya kader PKK, acara juga dihadiri oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), dan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA).

Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Mahdiana Taufik Nurhidayat, dalam sambutan menyampaikan, seminar ini juga bertujuan memberikan edukasi mengenai proses transisi dari PAUD ke SD yang ramah anak sesuai dengan tahapan perkembangannya serta mendorong terbentuknya ekosistem pendidikan, yakni peran keluarga, pendidik dan lingkungan dalam mendukung kesiapan mental, emosional, sosial, serta kemandirian anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Acara ini selain mendukung program Pokja II yang fokus pada penguatan literasi dan numerasi anak usia dini, juga meningkatkan sinergi antara kader PKK, pendidik PAUD dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak”, jelas dalam Seminar Pola Asuh, Selasa (19/05/2026) di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam hal ini, TP PKK Kabupaten Cilacap menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten yaitu Reni Kusumowardhani, yang merupakan psikolog dan viktimologi asal Kabupaten Cilacap yang sudah berpengalaman di level nasional. Ia membawakan materi mengenai Menyiapkan Anak Masuk SD dengan Strategi Ramah Otak dengan interaktif dan komunikatif.

Tak hanya memberikan materi, Reni juga memberikan contoh konkret metode pembelajaran yang ramah pada otak anak sesuai usianya. Para peserta, terutama dari kalangan pendidik, mengaku menerima banyak informasi dan inspirasi yang bisa diterapkan langsung di sekolahnya.

“Semoga materi ini bisa kami terapkan dan nantinya memberikan manfaat yang nyata bagi anak-anak”, ungkap Susi, salah satu peserta yang merupakan guru PAUD. (*)