Indonesia Dorong Kerja Sama Gizi Anak ASEAN Lewat Forum ASEAN-ID Nourish di Semarang

Semarang Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Nourish, Fokus Makanan Bergizi Anak Sekolah. (dok Pemkot Semarang)
Semarang Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Nourish, Fokus Makanan Bergizi Anak Sekolah. (dok Pemkot Semarang)

Lingkar.co – Indonesia terus memperkuat peran strategisnya dalam kerja sama regional, khususnya di bidang gizi anak dan program makanan sekolah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan forum internasional bertajuk ASEAN-ID Nourish: Forum on Healthy School Meals and Nutrition for Human Capital Development and Resilient Food System yang akan digelar pada 28–30 April 2026 di Gumaya Hotel, Kota Semarang.

Forum ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendorong kolaborasi antarnegara di kawasan ASEAN untuk memperkuat program makanan bergizi bagi anak sekolah. Upaya ini dinilai penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional.

Melalui forum tersebut, Indonesia membuka ruang berbagi pengalaman, praktik baik, serta kebijakan antarnegara anggota ASEAN dan mitra eksternal. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program gizi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional serta Pemerintah Kota Semarang. Forum juga diselenggarakan beriringan dengan Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peserta forum terdiri dari perwakilan negara ASEAN, mitra dialog, Sekretariat ASEAN, hingga organisasi internasional seperti Milan Urban Food Policy Pact. Mereka akan membahas berbagai aspek penting, mulai dari penguatan rantai pasok pangan lokal, standar keamanan dan higienitas makanan, hingga pengelolaan limbah dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan transparansi program.

Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya peran pelaku lokal seperti UMKM dan koperasi dalam mendukung penyediaan bahan pangan bergizi. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi daerah sekaligus memastikan keberlanjutan program makanan sekolah.

Sebagai bagian dari agenda, peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang untuk melihat langsung implementasi program, termasuk keterlibatan rantai pasok lokal.

Penyelenggaraan forum ini sejalan dengan komitmen para pemimpin ASEAN melalui ASEAN Leaders’ Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crises yang menekankan pentingnya sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut positif pelaksanaan forum tersebut. Ia menilai sinergi antara pemangku kepentingan nasional dan internasional menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas program gizi di daerah.

“Sinergi dengan para ahli dan tinjauan langsung ke unit-unit pelayanan ini menjadi modal bagi tiap daerah. Kita ingin standar gizi yang tinggi dan keamanan pangan yang ketat menjadi fondasi utama kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Melalui forum ini, Indonesia berharap dapat mendorong kerja sama konkret antarnegara ASEAN dalam bidang gizi, pangan, dan pembangunan manusia yang berdampak langsung bagi masyarakat kawasan. ***