Lingkar.co – Bupati Demak Eisti’anah menegaskan, pengendalian inflasi merupakan kerja bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia tekankan sinergi antar lintas sektor mutlak dilakukan.
Ia menjelaskan sejumlah langkah yang akan dilakukan Pemkab Demak untuk mengendalikan inflasi, antara lain menjaga ketersediaan pasokan melalui pemantauan stok dan distribusi secara berkala, serta memastikan kelancaran distribusi terutama menjelang puncak arus mudik dan hari raya.
Penegasan itu ia sampaikan saat membuka High Level Meeting untuk pengendalian inflasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Gedung Gradhika Bina Praja, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).
Forum strategis tersebut sebagai wahana koordinasi, evaluasi, serta pengambilan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di Kabupaten Demak.
Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga akan mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Penguatan komunikasi publik juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya panic buying yang dapat memicu kenaikan harga.
“Pengendalian inflasi bukan hanya soal menjaga angka statistik. Namun lebih dari itu, pengendalian inflasi adalah upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kesejahteraan tetap terjaga, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Demak, Ahmad Nur Azizul Miftah, dalam laporannya menyampaikan data inflasi Februari 2026, inflasi nasional tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi di Jawa Tengah berada pada angka 4,43 persen.
“Karena Kabupaten Demak mengacu pada pergerakan inflasi Kota Semarang, maka peningkatan tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan koordinasi, komunikasi efektif antar OPD, sinergi dengan instansi vertikal, serta pengendalian pasokan dan distribusi kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang secara historis selalu mengalami kenaikan”, kata Miftah.
Sebagai informasi, hadir pula dalam pertemuan tersebut unsur Forkopimda, Wakil Bupati Muhammad Badruddin, jajaran perangkat daerah, para camat, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh agama. (*)








