Kelezatan Es Legend Asal Surakarta, Perpaduan Serutan Es dan Kuah Spesial Es Kapal

  • Bagikan
Beberapa orang sedang mencicipi es kapal legend yang berdiri sejak 1965, belum lam ini. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)
Beberapa orang sedang mencicipi es kapal legend yang berdiri sejak 1965, belum lam ini. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)

SURAKARTA, Lingkar.co  – Kota Solo terkenal dengan kota yang menawarkan banyak wisata budaya. Namun ada yang menarik dari Kota yang sering di sebut the spirit of java ini, pasalnya kota ini juga menawarkan kuliner yang tak kalah menggoda selera.

Salah satu kuliner khas Solo yang akan membuat rindu untuk singgah kembali ke kota ini adalah es kapal. Minuman yang menyegarkan tersebut mulanya dijual oleh Dwi (60).

Es kapal milik Dwi yang tersebut terletak di samping Kantor Kodim Laweyan. Terhitung telah 51 tahun kuliner di nikmati masyarakat sejak buka tahun 1965.

Menjadi pioneer es kapal, Dwi yang merupakan warga asli kota Solo ini mengaku, tidak menyangka usahanya bisa berada sampai saat ini.

Perjalanan panjang ia lalui sampai sekarang ternyata membuahkan hasil yang baik.

Es Kapal Surakarta. (DOK. LINGKAR.CO)
Es Kapal Surakarta. (DOK. LINGKAR.CO)

Tidak jarang memang banyak sekali sekarang ini penjual es kapal di Kota Solo,  namun Dwi merasa tidak keberatan mengenai hal tersebut.

“Saya yang mengawali menjual Es ini. Sekarang sudah banyak yg jual juga gapapa, lha wong kita sama -sama cari rejeki kan,” ujar Dwi.

Pemberian Nama Es Kapal 

Memberikan Nama es kapal karena gerobak yang dirinya pakai mirip dengan kapal.

Tidak hanya itu, lantaran Indonesia pada zaman dahulu banyak pelautnya, maka es kapal ini juga menjadi semacam bentuk penghargaan tersendiri.

Roti yang di masukkan ke dalam gelas juga mirip moncong kapal.

Es Kapal ini sekilas memang mirip dengan Es Serut,  tapi tidak demikian.

Perpaduan yang nikmat antara serutan es batu, sirami kuah Es Kapal yang telah masak dengan menggunakan santan dan resep rahasia miliknya.

Terakhir berikan roti tawar atasnya dan di siram susu kental manis.

Kesegaran inilah yang membuat pelanggan selalu berbondong-bondong untuk datang kembali,

Tak jarang pembeli harus mengantri terlebih dahulu.

“Selama pandemi berlangsung, penghasilan saya masih sama dihari normal biasanya,  jadi alhamdulillah usaha saya masih bisa berjalan,” ungkapnya. 

Es legend yang telah melalang buana di Kota Solo tersebut dibandrol dengan harga Rp. 5000 per gelasnya. Perpaduan rasanya yang pas akan membuat pembeli ingin meminumnya kembali. (luh/dha/aji)

Baca Juga:
Gercep Semarang Gencarkan Vaksinasi Covid-19 ke Anak Muda dan Difabel

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!