KIA sebagai Pemenuhan Hak Konstitusi Bagi Anak

  • Bagikan
ILUSTRASI: KIA untuk anak usia 0-17 tahun yang belum pernah menikah. (IBNU MUNTAHA/LINGKAR.CO)
ILUSTRASI: KIA untuk anak usia 0-17 tahun yang belum pernah menikah. (IBNU MUNTAHA/LINGKAR.CO)

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan wujud Pemerintah Indonesia untuk memenuhi hak konstitusi bagi anak-anak.

Kepala Disdukcapil Pati, Rubiyono berharap, agar masyarakat menghapus anggapan bahwa dengan adanya kartu identitas baru, bertujuan untuk penyaluran bantuan.

“Masyarakat harus lebih dewasa lagi dalam mengartikan kebijakan dari pemerintah seperti KIA. Jangan hanya, melakukan permohonan berkas kependudukan ketika ada keperluan saja,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi dari KIA juga sangat banyak, sepertihalnya akses pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan dan lain sebagainya.

Baca juga:
Pemdes Tanjungrejo Alami Selisih Data Kependudukan

“KIA juga penting sebagai bagian dari upaya pendataan bagi penduduk dengan usia 17 tahun dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil,” ungkapnya.

KIA sebagai Penyalur Beasiswa

Selain itu imbuhnya, kedepan KIA juga bisa berfungsi sebagai sarana untuk menyalurkan bantuan untuk anak seperti beasiswa atau hal lainnya.

“Karena dengan kartu identitas ini, pendataan siswa berprestasi bagi instansi pendidikan tentu lebih mudah dan objektif,” urainya.

Pada lain tempat, Kasih Pelayanan Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Tarno berharap agar ada sosialisasi yang lebih detail terkait KIA.

Karena masyarakat masih beranggapan, bahwa ketika ada berkas baru seperti KIA. Masyarakat menganggap akan mendapatkan bantuan.

“Kebanyakan warga juga salah paham, kegunaan KIA adalah media untuk bisa mendapatkan bantuan. Meski kedepan mungkin KIA juga bisa menjadi media penunjang untuk penyaluran bantuan,” ungkapnya.

Baca juga:
Vaksin Bukan Syarat Utama, Legislator: Pati Harus Berani Mulai PTM

Meski demikian, Pemdes juga terus memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat. Pemdes juga berharap, agar fungsi KIA lebih maksimal lagi. Sehingga warga paham terkait penggunaannya.

“Misal dari instansi pendidikan memberikan sosialisasi terkait KIA,” tutupnya.

Penulis: Ibnu Muntaha

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: