Lonjakan Covid-19, Pedagang Tertunda Pindah ke Pasar Johar Semarang

  • Bagikan
BANGUNAN: Bagian tengah Pasar Johar lama yang sudah siap ditempati para pedagang. (DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO)
BANGUNAN: Bagian tengah Pasar Johar lama yang sudah siap ditempati para pedagang. (DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO)

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Rencana pedagang menempati bangunan Pasar Johar yang lama tertunda. Hal itu guna menghindari kerumunan pada masa PPKM.

Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, merencanakan perpindahan pedagang ke pasar terbesar di Kota Semarang itu, mulai Juli ini.

Pelaksana Rehabilitasi Pasar Johar dari PUPR, Kota Semarang, Sriwati Purnomo, mengungkapkan bangunan Pasar Johar lama siap ditempati.

Namun, kata Sriwati, tetap menunggu instruksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Baca juga:
Rumah Sakit Lambat Bayar, Perajin Peti Jenazah di Semarang Mengeluh

Ia pun memaklumi tertundanya pengoperasian Pasar Johar, guna menghindari kerumunan saat penyebaran Covid-19 terus melonjak.

Sebelumnya, ujar Sriwati, para pedagang meminta pindah ke bangunan Pasar Johar yang lama. Namun, belum semua pembangunan rampung.

“Tapi kan itu tidak bisa juga karena semua pembangunan belum selesai. Maka dari itu pemindahannya bertahap,” tutur Sriwati, (25/7/2021).

Ia pun memaparkan perkembangan pasar saat ini. Kata Sriwati, untuk Johar bagian utara dan tengah sudah selesai dari 2019. Kemudian untuk selatan, sedang dalam tahap pembangunan.

“Rencana kami selesai pada 22 Februari, tapi kami berupaya tahun ini selesai. Lalu juga untuk Pasar Kanjengan sudah selesai. Untuk saat ini tinggal masa pemeliharaan,” ujarnya.

Baca juga:
Sambangi Pasien Covid-19 di Semarang, Panglima TNI: Pentingnya Percepatan Tracing

Tertundanya Perpindahan Pedagang Karena Covid-19

Rencananya perpindahan pedagang ke Pasar Johar pada Juli ini, untuk menempati  bangunan bagian tengah dan depan yang telah rampung pembangunannya.

Bahkan, Dinas Perdagangan Kota Semarang, telah mendata pedagang, agar lebih tertib dan menghindari pedagang liar yang masuk ke Pasar Johar.

Namun, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menunda pengoperasian Pasar Johar tersebut. Walikota beralasan, saat ini fokus penanganan Covid-19.

Hendi, sapaan akrab Walikota, mengatakan target pembanguan harus di-reschedule.

Baca juga:
Cak Suko: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Tukang Instruksi

“Kalau kemarin rencananya bisa bulan Juli, ternyata kepala, kabid sampai staf ada yang terpapar Covid,” ujar Hendi, dalam keterangan persnya, Kamis (22/7/2021).

Selain itu, Hendi juga mengatakan, tingginya lonjakan angka penyebaran Covid-19 beberapa waktu terakhir, menghambat perpindahan pedagang. Sebab untuk melakukan proses pendataan dan sosialisasi tidak mudah, terlebih tidak semua pedagang menguasai teknologi.

“Mau kumpul-kumpul juga nggak boleh. Pakai zoom ya pedagang tidak paham. Jadi kita sesuai kemampuan saja. Kalau Juli tidak bisa yang berarti mundur setelah situasinya mereda,” pungkasnya.

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *