Rumah Sakit Lambat Bayar, Perajin Peti Jenazah di Semarang Mengeluh

  • Bagikan
USAHA: Pemilik usaha kerajinan peti jenazah di Kota Semarang, mengeluhkan keterlambatan pembayaran peti jenazah Covid-19 oleh pihak rumah sakit. (DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO)
USAHA: Pemilik usaha kerajinan peti jenazah di Kota Semarang, mengeluhkan keterlambatan pembayaran peti jenazah Covid-19 oleh pihak rumah sakit. (DINDA RAHMASARI TUNGGAL SUKMA/LINGKAR.CO)

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Sejumlah pemilik usaha kerajinan peti jenazah di Kota Semarang, mengeluhkan keterlambatan pembayaran peti jenazah Covid-19 oleh pihak rumah sakit.

“Pihak rumah sakit terus memesan peti jenazah, tapi pembayaran terlambat,” kata Erni Widiarsih, Perajin Peti Jenazah, di Jalan Menoreh Raya Kecamatan Gajah Mungkur, Minggu (25/7/2021).

Menurutnya, sistem pembayaran dari pihak rumah sakit berbeda-beda. Ada yang langsung bayar saat peti dikirim, tapi ada juga yang pembayarannya secara berjangka.

Baca juga:
Sambangi Pasien Covid-19 di Semarang, Panglima TNI: Pentingnya Percepatan Tracing

“Memang ada yang sistemnya langsung bayar saat peti jenazah dikirim, tapi ada juga yang pembayaran secara berjangka, namun sampai tanggalnya pembayaran molor,” tutur Erni.

Pembayaran Rumah Sakit Molor, Hambat Produksi

Molornya pembayaran peti jenazah dari pihak rumah sakit, kata Erni, sangat menghambat perkembangan usahanya, karena ia harus mengeluarkan modal awal.

Sementara harga untuk peti jenazah Covid-19, kata Erni, bisa dua kali lipat dari harga biasa. Karena ada tambahan seperti plastik dan perlengkapan protokol kesehatan lainnya.

“Kalau harga untuk peti jenazah Covid-19 bisa dua kali lipat dari harga peti jenazah biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, total pembayaran peti jenazah mencapai kisaran puluhan juta rupiah, namun baru 50 persen dibayarkan.

Baca juga:
PPKM Level 4 Berlanjut, Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan

“Kalau dihitung ya puluhan juta, saat pemberlakuan PPKM darurat saja pesanan bisa ratusan peti jenazah, bulan lalu saja ada 100 lebih, namun yang baru dibayar sampai sekarang masih 50 persennya. Padahal untuk peti jenazah Covid-19 harga peti beserta kelengkapan bisa di angka Rp2 juta lebih,” jelasnya.

Hal yang sama juga terucap dari Nardi, pemilik sekaligus perajin peti jenazah di Jalan Bergota Krajan, Kota Semarang.

Ia mengatakan, beberapa rumah sakit menerapkan sistem termin atau pembayaran bertahap.

“Memang harus modal dulu, kalau di tempat saya 10 hari baru dibayar, jadi selama ada order kami kirim dulu, 10 hari kemudian dibayar,” ujarnya.

Baca juga:
Cak Suko: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Tukang Instruksi

Sempat Pesanan Melonjak, Kini Menurun

Pesanan peti jenazah Covid-19 sempat melonjak beberapa waktu lalu. Namun, saat ini grafik permintaan peti jenazah mengalami penurunan hingga 80 persen.

“Saat ini pesanan peti jenazah Covid-19 hanya 2 sampai 4 saja atau turun 80 persen lebih. Kalau sebelumnya dalam satu hari bisa dapat pesanan dari rumah sakit 20 peti,” ujar Erni.

Hal serupa juga dialami, Nardi. “Jika satu harinya bisa mendapat 12 pesanan peti jenazah, kini turun drastis hingga 2 pesanan saja,” ujarnya.

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *