Mentan Ajak Pemerintah Daerah, Dorong Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu

  • Bagikan
TEBAR BIBIT : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menebar bibit lele di kolam dengan sistim pertanian terpadu di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali Sabtu (19/12). (ANTARA / LINGKAR JATENG )
TEBAR BIBIT : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menebar bibit lele di kolam dengan sistim pertanian terpadu di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali Sabtu (19/12). (ANTARA / LINGKAR JATENG )

BOYOLALI, Lingkar.co – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak dan mendorong pemerintah daerah untuk membuat sistem pertanian terpadu atau Integrated Farming System. Konsep itu diharapkan dapat mengembangkan Indonesia menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.

Integrated Farming System adalah terjadinya integrasi antara pertanian, perikanan dan peternakan. Artinya dalam satu kawasan atau titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya bagus,” kata Mentan di sela kunjungannya di kawasan percontohan sistem pertanian terpadu, di Desa Giriroto Kecamatan Ngemplak, Boyolali pada Sabtu (19/12).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Mentan mengatakan, dinamika dan semangat kuat oleh petani harus direspons lebih kuat lagi oleh pemerintah dan negara. Oleh karena itu, selain sektor pertanian, juga perikanan atau budidaya ikan air tawar harus menjadi pilihannya.

Hal tersebut, kata Mentan, yang menjadi kekuatan agar ke depan tidak hanya mono komoditas, atau bertumpu satu produksi. Seperti padi, jagung dan kacang saja, tetapi diharapkan tanaman pekarangan di rumah-rumah bisa memperkuat kebutuhan yang bisa ditunjang sesuai kemampuan wilayahnya masing-masing.

Mentan mengatakan hal tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong agar di era pandemi Covid-19 ini, salah satu muaranya untuk membuat daya tahan bangsa semakin baik, agar ekonomi bangsa segera bangkit, yakni pertanian.

“Kepala Daerah atau Dinas Pertanian khususnya lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksinya, dan Kementan bersama jajarannya Kementerian Kelautan dan Perikanan tentunya akan memberikan dukungan bersama instansi terkait lainnya,”imbuhnya.

Selain itu, Mentan juga mencoba perkebunan sistem rumah tangga. Artinya, dengan bantuan bibit tanaman jeruk yang ditanam di setiap pekarangan rumah petani di wilayah Kecamatan Ngemplak Boyolali khususnya. Hal ini, yang menjadi targetnya untuk mempersiapkan perkebunan rakyat dari rumah tangga.

“Kami minta di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali ini membuat perkebunan gaya rumah tangga. Saya minta Dirjen Kementerian Pertanian tidak ada rumah tanpa pohon baru, tanaman jeruk dan bibit pohon kelapa dibagikan untuk setiap pekarangan warga,”kata Mentan.

Petani pejuang yang harus dijaga khususnya di Kecamatan Ngemplak akan dijadikan percontohan. Jika sudah selesai tiga bulan ke depan, bisa meluas ke wilayah kecamatan lainnya. Jika Ngemplak ada 6 ribu tanaman jeruk ke depan bisa didirikan industrinya untuk pembotolan jus jeruk.

Mentan pada kesempatan tersebut selain memberikan bantuan bibit tanaman jeruk, pohon kelapa, juga 24 ribu benih lele dengan delapan kolam yang atasnya bisa ditanami tanaman sayuran hidroponik untuk kelompok tani di Desa Giriroto. Bantuan juga berupa bibit tanaman padi, dan jagung.

“Kami membuat IFS untuk percontohan selain di Desa Diriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, juga di Desa Kragan, Kecamatan Gedongrejo, Karanganyar,”imbuhnya. (ara/mg9/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.