Pemkab Temanggung Anggarkan Rp. 2,5 Milliar untuk Konservasi Lahan Kritis

  • Bagikan
Petani merawat tanaman tembakau jenis Mantili di lereng gunung Sindoro Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/LINGKAR.CO)
Petani merawat tanaman tembakau jenis Mantili di lereng gunung Sindoro Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/LINGKAR.CO)

TEMANGGUNG, Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Jawa Tengah, menganggarkan, dana sebesar Rp2,5 miliar, dalam Program Sabuk Gunung, untuk konservasi lahan kritis di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Temanggung Entargo Yutri Wardono di Temanggung, mengatakan, anggarannya sebesar Rp2,5 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk fasilitasi operasional dan Rp2 miliar pengadaan bibit, bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan.

Ia menuturkan, latar belakang program ini dari tahun ke tahun, terkait permintaan air bersih cukup tinggi. Sehingga Pemkab Temanggung memprogramkan, untuk bisa mengatasi hal tersebut.

“Paling tidak nanti dari kegiatan ini bisa mengembalikan lagi mata air-mata air yang mati, sungai yang dulunya mengalir sekarang mengering menjadi ada lagi,” katanya, Kamis (14/1).

Pihaknya kini tengah melakukan pemetaan, untuk membagi kawasan menjadi zonasi. Zonasi lahan, kata dia, yang sangat sulit dan tidak mungkin terkelola masyarakat, nanti menjadi prioritas penanganan khusus oleh DPRKPLH.

Kedua adalah tanah desa, turus jalan, dan perbatasan desa. Zonasi berikutnya adalah tanah warga yang nantinya di tangani oleh warga sendiri.

“Untuk zonasi yang sangat sulit dan merupakan lahan kritis tidak tertangani oleh masyarakat. Selanjutnya kita tanami dengan tanaman-tanaman konservasi, yakni bambu, aren, dan beringin,” ujarnya.

Ia menyebutkan, target konservasi lahan kritis meliputi 13 kecamatan terpilih di lereng Gunung Sindoro, Sumbing, Prau, dan tidak menutup kemungkinan daerah lain di luar kawasan itu.

Menurut dia, anggaran yang di ajukan pada APBD Kabupaten Temanggung 2021 sebetulnya Rp9 miliar, tetapi yang setuju hanya Rp2,5 miliar. Sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

“Guna mencukupi kebutuhan tersebut kami mencari CSR ke sejumlah BUMN. Secara bertahap nanti yang Rp2 miliar kami tanam dulu, kemudian tahun berikutnya dianggarkan lagi. Tahun 2021 ini merupakan permulaan dari kegiatan Program Sabuk Gunung ini,” tandasnya. (ara/aji)

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!