Pemkot Semarang Buka 16 Ruas Jalan, Tempat Hiburan dan Mal Masih Ditutup

  • Bagikan
MENYATAKAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menjelaskan aturan PPKM Level 4 yang dilaksanakan di Kota Semarang. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)
MENYATAKAN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menjelaskan aturan PPKM Level 4 yang dilaksanakan di Kota Semarang. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, membuka 16 ruas jalan dari yang sebelumnya 44 ruas jalan, yang sempat ditutup selama PPKM.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, terkait pembukaan 16 ruas jalan tersebut.

Selain kembali membuka 16 ruas jalan, Pemkot juga memberikan kelonggaran akses menuju kawasan Simpang lima Semarang, terhitung sejak Senin (26/7/2021).

“Beberapa akses jalan menuju Simpang Lima akan dibuka setiap pukul 06.00 dan kembali ditutup pukul 20.00 WIB,” ujar Hendi, sapaan akrab Walikota.

Baca juga:
KPK Harus Taat Hukum, Patuhi Rekomendasi Ombudsman!

Selain itu, Hendi mengatakan, tidak ada lagi pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU, kecuali beberapa titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan

“Tidak ada lagi pedaman lampu jalan. Hanya ada beberapa titik saja yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” ujarnya, Senin (26/7/2021).

Kebijakan tersebut, kata Hendi, menyusul penurunan angka poisitf Covid-19 di Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir.

Pemkot juga kata dia, menyesuaikan aturan tentang perpanjangan PPKM Level 4, yang di keluarkan pemerintah pusat.

Pemerintah telah mengeluarkan Inmendagri 24 Tahun 2021 tentang perpanjangan periode PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali, mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Baca juga:
Arab Saudi Perbolehkan Umrah, Ini Syarat Khusus Jemaah Indonesia

Mal, Tempat Hiburan Serta Pariwisata Tutup

Sementara untuk pasar tradisional, kata Hendi, tidak pernah tutup sejak hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat hingga level 4.

Namun, kata dia, pihaknya lebih memperketat pengawasan agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Kita perketat lagi dengan menurunkan Satgas Covid-19 baik itu Satpol PP, Babinsa, Babinkamtibmas untuk menjaga agar kapasitasnya tidak berlebih. Nanti kalau ada yang berkerumun ada aparat yang bertugas untuk mengingatkan mereka,” ujar Hendi.

Sementara untuk tempat hiburan dan pariwisata, selama masa PPKM level 4, masih tutup atau tidak boleh beroperasi. Hal serupa berlaku untuk pusat perbelanjaan seperti Mal.

Khusus Mal, kata Hendi, ada kemungkinan untuk beroperasi kembali.  Namun, dengan catatan penderita Covid-19 tidak mengalami peningkatan dalam seminggu ke depan.

Baca juga:
Gubernur Jatim Minta Maaf Soal Penanganan Covid-19

Saat ini, terjadi penurunan angka penderita Covid-19, angka keterisian BOR rumah sakit dan pusat karantina juga semakin rendah, termasuk angka kematian akibat Covid-19.

“Di Semarang kondisinya semakin membaik. Penderitanya semakin menurun, keterisian BOR rumah sakit semakin menurun. Kalau ini bisa di pertahankan, minggu depan mall bisa buka kembali,” jelasnya. *

Penulis: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor: M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!