Berita  

Pentas dan Doa Warnai Buka Bersama Anak Disabilitas di Pati

Pentas seni warnai agenda buka bersama di Griya Harapan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (28/2/2026). Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Griya Harapan menyelenggarakan kegiatan buka bersama yang diikuti Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Griya Harapan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang bagi anak-anak disabilitas untuk berbaur dalam suasana Ramadan.

Ketua Griya Harapan, Jasmudi, mengatakan buka bersama ini merupakan agenda tahunan untuk menyambung rasa dengan anak-anak istimewa.

“Setiap tahun buka bersama di bulan Ramadan dan bentuk menjalin tali silaturrahmi dengan anak istimewa. Ini metode menyambungkan rasa dengan anak istimewa. Di sini temannya sinkronisasi energi dengan yang istimewa sehingga mengharmonisasi energi dengan anak istimewa terutama Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), yang lebih sering kita sebut istimewa,” ujarnya di sela kegiatan.

Sebanyak 87 anak disabilitas mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Griya Harapan Winong, Griya Harapan Trangkil, Griya Harapan Tayu, dan Griya Harapan Pati. Rangkaian acara meliputi pentas seni, berbuka puasa bersama, salat berjamaah, hingga tarawih.

“Ini agenda tahunan Griya Harapan sebagai sahabat anak istimewa yang menaungi 350 anak disabilitas dari usia 3 sampai 26 tahun. Ini sudah tahun keempat,” ucap Jasmudi.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tampil percaya diri di atas panggung. Mereka menampilkan fashion show Islami, tilawah, hingga gerak dan lagu. Anak-anak juga terlihat berinteraksi dengan masyarakat dan teman sebaya.

Menurut Jasmudi, anak-anak yang dibina memiliki beragam kondisi seperti cerebral palsy, autis, hiperaktif, hingga tuna rungu. Ia menegaskan pentingnya membangun rasa percaya diri pada anak-anak disabilitas agar tidak merasa terpinggirkan.

“Penting sekali anak istimewa percaya diri karena singgungan batin itu secara tidak langsung menyebabkan bullying meski tidak kelihatan. Kita berusaha menimbulkan energi khusus supaya mereka tidak menutup diri, tampil membuka diri,” tegasnya.

Founder Griya Harapan, dr. Novy Oktaviana, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Ramadan sekaligus ruang kebersamaan bagi anak-anak disabilitas.

“Hari ini semarak Ramadan syiar di bulan suci dengan ABK. Kita ajak mereka berbaur dengan anak normal,” katanya.

Ia menjelaskan, Griya Harapan memberikan pendidikan nonformal dengan fokus menggali potensi anak, membentuk karakter, dan menanamkan nilai etika.

“Bedanya Griya Harapan dengan SLB (Sekolah Luar Biasa), kalau SLB seperti pendidikan formal umum. Sedangkan, di sini (Griya Harapan) menggali potensi khusus, kita beri pelajaran etika kepada anak, attitude kebiasaanya dan saling sayang, ada hati yang saling bertaut,” terang dr. Novy.

Sejak 2022, ia aktif membimbing anak-anak disabilitas dan menggandeng orang tua dalam proses pendampingan.

“Karena pendidikan paling kuat dari orang tua, maka orang tua kita gandeng, dan anaknya kita bimbing. Orang tua yang punya anak istimewa bisa curhat terkait kado indah dari Allah ini. Yang punya anak kita yakinkan bahwa ada potensi yang luar biasa,” pungkasnya.

Selain di Winong, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Griya Harapan Trangkil, Griya Harapan Tayu, dan Griya Harapan Pati selama bulan Ramadan. (*)