PGRI Minta Kemendikbud Tak Keluarkan Pernyataan yang Meresahkan Guru

  • Bagikan
BERJARAK: Siswa-siswi SD 4 Cendono menjaga jarak saat hadir ke sekolah. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)
BERJARAK: Siswa-siswi SD 4 Cendono menjaga jarak saat hadir ke sekolah. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR JATENG)

JAKARTA, Lingkar.co  – Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Prof. Unifah Rosyidi meminta, agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak keluarkan pernyataan yang meresahkan para guru.

Unifah mengungkapkan, sering sekali guru jadikan beban, bahkan hampir setiap hari mendengar pernyataan yang tidak nyaman dari Kemendikbud.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Misalnya, ada tunjangan profesi guru hanya dibayarkan pada guru yang berprestasi,” ujarnya, Selasa (2/2/2021).

Seharusnya, kata Unifah, Kemendikbud hendaknya fokus bagaimana agar pembelajaran berlangsung efektif pada situasi sulit seperti saat ini. Oleh karena itu, jangan ada pernyataan yang bikin heboh dan meresahkan para guru.

“Ada pernyataan yang bikin resah,” kata Unifah.

ILUSTRASI – Seorang Guru SMP N 2 Kudus tengah melakukan pembelajaran daring. (NISA SYARIFA/ LINGKAR JATENG)
ILUSTRASI – Seorang Guru SMP N 2 Kudus tengah melakukan pembelajaran daring. (NISA SYARIFA/ LINGKAR JATENG)

PGRI dalam waktu dekat akan merancang buku aktivitas yang membantu para guru dan siswa dalam belajar. Meski dalam situasi yang serba terbatas, Unifah mengatakan PGRI tetap mengabdi bagaimana agar kompetensi guru semakin meningkat.

Dia mengatakan, bahwa memang guru SPK mengajar di sekolah kerja sama, tetapi para guru tersebut juga mempunyai keluarga. Lagi pula para guru itu bekerja untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Dampaknya kemana-mana, karena anak-anak muda kita tidak akan tertarik lagi menjadi guru,” tuturnya. (ara/aji)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.