PON XX, Berharap Tidak Muncul Klaster Covid-19 Akibat Rendahnya Vaksinasi di Papua

  • Bagikan
ILUSTRASI- PON XX Papua, yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. FOTO: esports.id interview/Lingkar.co
ILUSTRASI- PON XX Papua, yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021. FOTO: esports.id interview/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Tim koalisi warga LaporCovid-19, menyoroti pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, di tengah pandemi Covid-19.

Sorotan tersebut muncul seiring dengan masih sangat rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 pada Provinsi Papua, jelang pembukaan PON XX.

Perhelatan olahraga empat tahunan itu, akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 pada Bumi Cendrawasih.

Kolaborator Saintis LaporCovid-19, Iqbal Elyazar, mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua di Papua, masih sangat rendah.

Berdasarkan data Kemenkes per hari ini, Jumat (24/9/2021), capaian vaksin dosis pertama di Papua, baru mencapai 560.759. Sedangkan, dosis kedua, 359.805 orang.

Baca Juga :

PON XX Papua: Penonton di Lokasi Arena Wajib Skrining Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Artinya, kata Iqbal, dari total sasaran vaksinasi di Papua sebanyak 2.583.771 orang, baru sekira 21,66 persen (dosis pertama) dan 13,9 persen (dosis kedua).

Hal itu ia ungkapkan dalam diskusi publik daring melalui aplikasi Zoom, Jumat (24/9/2021) siang.

“Kalau melihat time series pelaksanaan vaksinasi, saya tidak melihat hal yang drastis sehubungan dengan adanya penyelenggaraan PON ini,” ucapnya.

Iqbal juga menyoroti capaian vaksinasi usia 12-17, yang sangat rendah. Untuk vaksin dosis pertama baru 29.535 orang, sedangkan dosis kedua baru menyentuh 22.833 orang.

Sementara target sasaran untuk usia tersebut, sebanyak 407.850. Artinya, baru 7,24 persen (dosis pertama) dan 5,60 persen (dosis kedua).

Selain itu, kata Iqbal, vaksinasi untuk mayarakat umum dan rentan di Papua juga masih rendah, dari target sasaran sebanyak 141.211.181 orang.

Untuk dosis pertama, baru menyentuh angka 32,26 persen, sedangkan dosis kedua 16,11 persen.

Padahal usia 12-17 tahun, dan masyarakat umum berpotensi menjadi penonton pada PON XX Papua.

Melihat data tersebut, Iqbal mendorong, pemerintah agar mempercepat vaksinasi Covid-19, demi mencegah potensi penularan virus Corona.

Ia menyarankan, penyelenggara PON XX Papua, membentuk tim khusus memantau dan mencatat situasi Covid-19 para atlet, official, petugas pendukung, dan penonton.

“Mudah-mudahan ada tim yang melakukan pemantauan dan pencatatan, karena ini penting, mustahil kalau ini tidak dilakukan,” tuturnya.

PELAKSAAN PON XX PAPUA

Pemerintah memutuskan pelaksanaan PON XX Papua, dapat disaksikan secara langsung dengan 25 persen dari kapasitas venue, dengan protokol kesehatan ketat.

Pemerintah menegaskan, pelaksanaan PON XX Papua, di tengah pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Tentunya, penerapan prokes ketat untuk menghindari risiko penularan Covid-19 dalam skala besar.

Selain prokes ketat, pemerintah menetapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana skrining untuk memasuki seluruh arena PON di Papua.

Pemerintah memastikan ajang kompetisi olahraga berskala ini akan mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan.

“Kegiatan apa pun yang melibatkan banyak orang, tentu memiliki risiko penularan Covid-19,” kata Menkominfo, Johnny G. Plate, dalam siaran persnya, Rabu (22/9/2021).

Sebagai kelengkapan ikhtiar, pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, untuk skrining kesehatan bagi yang terlibat dalam PON Papua.

“Termasuk para penonton yang akan melihat secara langsung di lokasi,” kata Menteri Johnny.

Menteri Johnny menegaskan, pemanfaatan PeduliLindungi dalam PON XX sangat bermanfaat untuk mempercepat proses skrining dan tracing.

“Yang paling penting, hal ini menjadi upaya perlindungan kita semua dari penularan virus corona,” ucapnya.

Memakai masker dan penerapan protokol kesehatan, percepatan vaksinasi, serta pemanfaatan teknologi informasi, adalah langkah adaptasi hidup berdampingan dengan Covid-19.***

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!