Prabowo dan Ganjar Mesra, Sandiaga Uno: Sangat Sejuk dan Enak Dilihat

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno. Saat berada di Kota Semarang

Lingkar.co – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengomentari kemesraan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo saat panen raya padi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Presiden Jokowi, mengajak Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, panen raya padi di Desa Lenjer, Kabupaten Kebumen, Jateng, Kamis (9/3/2023).

Sejumlah isu pun berkembang di masyarakat menyaksikan kebersamaan Prabowo dengan Ganjar dalam kegiatan panen raya padi tersebut.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Bahkan, muncul spekulasi Prabowo akan bersanding dengan Ganjar pada Pilpres 2024.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga Uno, mengaku tidak bisa memberikan komentar atas nama Gerindra.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Saya ga bisa memberikan statement atas nama Gerindra, karena ada jubir-nya sendiri,” ucap Sandiaga, saat wawancara dengan Lingkar.co di Kota Semarang, Kamis (16/3/2024).

Png-20230831-120408-0000

Kendati demikian, sebagai masyarakat, Sandiaga mengaku senang melihat potret kemesraan Prabowo dengan Ganjar.

Menurutnya, kemesraan antara para kontestan itu membuat suhu politik tetap sejuk.

“Saya sebagai masyarakat yang melihat itu sejuk. Para calon, pimpinan-pimpinan kita akur seperti itu dan cair,” tuturnya.

“Dari gambar-gambar (Prabowo-Ganjar) yang saya lihat itu sangat sejuk sangat enak dilihat,” sambungnya.

Dari kiri, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Joko Widodo. Foto: istimewa

Sandiaga menilai kebersamaan para calon kontestan itu menjadi simbol demokrasi Pancasila
“Saya melihat ini ya demokrasi Pancasila. Kalau kontestan-kontestan itu akur kan rakyat seneng,” ucap Sandiaga.

Hal tersebut, kata Sandiaga, telah dicontohkan oleh Presiden Jokowi pada kontestasi 2019 lalu.

“Seperti Pak Jokowi sudah contohkan pada 2019 lalu. Kita bertanding bersama-sama tapi setelah selesai (Pilpres 2019) diajak untuk bergotong royong membangun negeri ini,” jelasnya.

“Kita bertanding untuk bersanding, suatu inovasi demokrasi Indonesia,” sambung Menparekraf tersebut.

Oleh karena itu, kata Sandiaga, kebersamaan menjadi bekal untuk kontestasi demokrasi ke depan, untuk menjaga suhu politik tetap sejuk.

“Karena Indonesia sangat luar biasa potensinya, kita harus bersatu padu untuk mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,” jelasnya.

Pesan Presiden Jokowi Jelang Pilpres

Lebih lanjut, Sandiaga mengungkapkan pesan Presiden Jokowi kepada dirinya saat bertemu di Istana Kepresidenan, Rabu (15/3/2023).

Kepala Negara, kata Sandiaga, berpesan agar pemilu yang diadakan setiap lima tahun sekali itu harus dijaga agar tetap sejuk.

“Tentunya kita berkewajiban untuk menjaga kondusifitas dari suasana kontestasi ini yang sejuk, tidak memecah belah, tidak terpolarisasi,” jelas Sandiaga.

Selain itu, dia mengatakan, kontestasi Pilpres 2024 dapat menjaga keberlanjutan pembangunan, ekonomi, serta fokus pada apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Tentunya sesuai dengan arahan Pak Presiden kita harus terus berada ditengah-tengah masyarakat, mendengar aspirasi dan menghadirkan solusi,” ucap Sandiaga.

“Fokus pada isu-isu utama yang dibutuhkan masyarakat kita untuk melanjutkan pembangunan,” pungkasnya.*

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps