PTM Dinilai Aman, SMPN 32 Semarang Tetap Terapkan Aturan Prokes Ketat

  • Bagikan
Kepala SMP Negeri Kota Semarang, Aminah Kurniasih, saat menjelaskan aturan PTM di sekolahnya, Selasa (5/10/2021). FOTO: Tito Isna Utama/Lingkar.co
Kepala SMP Negeri Kota Semarang, Aminah Kurniasih, saat menjelaskan aturan PTM di sekolahnya, Selasa (5/10/2021). FOTO: Tito Isna Utama/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang, masih dinilai aman. Seiring dengan status PPKM Kota Semarang, pada level 2.

Kendati demikian, pihak sekolah yang menerapkan PTM tetap mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 sekolah saat PTM.

Seperti pada SMP Negeri 32 Semarang, yang menerapkan aturan sesuai pemerintah, seperti penerapan kapasitas maksimal 50 persen.

Selain itu, penjadwalan siswa untuk masuk ke sekolah, karena penerapan Blended Learning.

“Kapasitas 50 persen, setiap kelas berjumlah 32 anak. Maka setiap harinya nomor absen 1- 16, berangkat Senin dan Rabu. Sedangkan nomor absen 17 – 32, Selasa dan Rabu,” kata Kepala SMP Negeri 32 Semarang, Aminah Kurniasih, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan, sejak mendapat izin dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, untum pelaksanaan PTM, pihaknya sangat ketat dalam penerapan aturan.

Aminah menuturkan, saat siswa hendak masuk ke kelas harus menerapkan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu, cuci tangan, dan masuk kelas sesuai jalur yang sudah ditentukan.

Setiap harinya, pembelajaran hanya berlangsung sekira 2 jam 20 menit. Dimulai dari pukul 08.00 hingga 10.20 WIB.

Pihaknya juga kata Aminah, memberikan sosialisasi terhadap orang tua siswa agar anaknya selalu diantar dan dijemput di sekolah.

“Apabila siswa dijemputnya terlambat, maka disuruh menunggu di ruang transit yang disediakan sekolah. Agar tidak terjadi kerumunan. Karena itu, saya minta kerjasamanya dengan orang tua dalam PTM ini,” ujarnya.

Aminah meminta kepada orang tua siswa agar memberikan bekal minuman dan makanan kepada anaknya.

Meski kata dia, ada beberapa siswa yang masih membeli jajan pada luar sekolah. Hal itu menurutnya, tak bisa dipungkiri karena sifat anak-anak.

“Anak-anak memang tidak bisa dipungkiri, pedagang melihat ada anak-anak mulai sekolah, banyak pedagang yang berjualan, ” tuturnya.

TIDAK MENGALAMI KENDALA

Aminah menjelaskan, selama proses PTM, pihaknya tak mengalami kendala. Hal itu karena telah ada persiapan jauh hari sebelum PTM. Bermula dari pembelajaran hingga teknis prokes.

Dia menjelaskan, setiap hari para guru mata pelajaran (mapel) melakukan presensi terhadap siswa yang masuk pembelajaran.

Dengan cara itu, pihaknya bisa mendeteksi siswa yang sakit atau tidak.

“Guru mapel mendata siswa yang enggak masuk, kemudian dilaporkan ke wali kelas. Kami rekap dari sekian anak yang masuk dan tidak, hanya jumlah siswa yang sakit sedikit, ” jelasnya.

TELAH VAKSINASI COVID-19

Pada sisi lain, siswa SMP Negeri 32 Kota Semarang, telah mendapatkan fasiltas vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK).

“Alhamdulillah, pemerintah memberikan fasiltas vaksinasi terhadap anak-anak. Kami sudah menerima suntikan vaksin,” kata Aminah.

“Kemarin, dua minggu yang lalu, DKK mengadakan swab untuk 60 anak, alhamdulillah hasilnya negatif,” lanjutnya.

Menurutnya, selama ini belum ada laporan mengenai siswa yang terpapar Covid-19.

Hal itu, kata Aminah, karena penerapan tracing pada lingkungan sekolah.

Ia mencontohkan, jika ada siswa suhunya lebih dari 37, 3 celcius, pihak sekolah langsung memberikan tindakan, berupa siswa disuruh istirahat di rumah hingga sembuh.

“Alhamdulillah sehat semua. Jika ada saat pengecekan suhunya 37,3 celcius, kami minta anak untuk istirahat dan disuruh dijemput orang tuanya,” ucapnya.

“Kemudian kembali ke sekolah, menunggu benar-benar sehat. Kami juga melaporkan kepada puskesmas maupun dinas kesehatan untuk ditindak lanjuti, ” pungkasnya.*

Penulis : Tito Isna Utama

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!