Puan Maharani: Pemenuhan Alutsista Harus Sesuai Kebutuhan Nasional

PAPARAN: Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta. (ANTARA/LINGKAR)
PAPARAN: Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta. (ANTARA/LINGKAR)

JAKARTA, Lingkar.co – Ketua DPR RI Puan Maharani menilai pemenuhan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) harus sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan nasional. Pihaknya menegaskan bahwa DPR mendukung dan mendorong terpenuhinya kebutuhan Alutsista TNI untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.

“DPR RI mendukung dan mendorong kebutuhan alutsista untuk Republik Indonesia harus sesuai karakteristik kewilayahan dan potensi ancaman yang dihadapi,” kata Puan saat memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta.

Baca Juga:
Ungkap Kriteria Capres PDI P, Puan Maharani: Pemimpin itu di Lapangan, Bukan di Sosmed

Puan menyampaikan hal tersebut sekaligus untuk menanggapi rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam). Menurut dia, rancangan Alpalhankam itu dibicarakan DPR RI melalui Komisi I DPR RI.

“Kami akan bicarakan melalui Komisi I, apa sih yang dibutuhkan oleh TNI? Tidak bisa lagi pengadaan alutsista tidak sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah negara,” ujarnya.

Ia menilai kebutuhan alutsista TNI harus ada perbaruan dengan merujuk rencana strategis Kekuatan Pokok Minimum. Puan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan alutsista harus sesuai kebutuhan dan karakteristik negara, potensi, ancaman, dan geopolitik.

Baca Juga:
DPD PDI P Jateng Pastikan Tak Undang Ganjar, Bambang Pacul: Kalau Pintar, Jangan Sok Pintar

“Sejak peristiwa KRI Nanggala, saya minta dan usulkan. Agar alutsista apa yang akan kita beli bukan barang bekas,” katanya menegaskan.

Png-20230831-120408-0000

Selain itu, Puan menyampaikan bahwa membangun pertahanan negara membutuhkan cara pandang geopolitik, yang menempatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan. Karena itu, kebijakan strategis pertahanan negara juga arahannya pada pembangunan pertahanan maritim Indonesia.

“Maka pembangunan kekuatan TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut. Sekaligus sebagai salah satu komponen kekuatan maritim, adalah suatu kebutuhan dalam pembangunan pertahanan negara,” ujarnya.(ara/lut)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *