Berita  

Sandiaga Uno Dorong Santri Bisa Buka Peluang Usaha

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno/Foto: dokumentasi
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno/Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para santri untuk bisa membuka peluang usaha melalui program-program dari Kemenparekraf.

Langkah ini merupakan upaya membuk apeluang usaha baru setelah para santri keluar dari pondok pesantren.

Ada dua program inti dari Kemenparekraf yang dapat dimanfaatkan oleh para santri.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Yakni, Program Santri Digitalpreuner yang mengajarkan mengenai digitalisasi dna Program Pelatian Bidang Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut Sandiaga katakan saat mengahdiri acara Silaturahmi dan Dialog Tokoh Agama dan Santri di Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Semarang, Jumat (9/6/2023).

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

“Saya tadi sempat bertanya bagaimana cari kerja, ternyata susah. Sehingga kami mendorong kepada para santri untuk bisa membuka peluang usaha dengan berbagai program dari kementerian untuk mereka bisa masuk dalam ekonomi kretaif dan sektor pariwisata,” katanya.

Png-20230831-120408-0000

“Mereka bisa masuk disektor kuliner dan fashion karena peminatnya sangat banyak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga memberikan semangat kepada para santri mengenai masa depan yang diharapkan bisa menjadi lokomotif pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Dia menambahkan, potensi wisata religi yang ada di Indonesia seperti jalur makam dari Wali Songo masih bisa untuk dikembangkan.

“Kita sudah membangun infrastruktur dan untuk pastikan bahwa mereka dapat pekerjaan. Mereka harus dibekali dengan ilmu dan akhlak yang karimah sehingga kita bisa mencapai negara yang maju dan mereka tidka mencari lapangan kerja lagi, tapi mencipyakan lapangan kerja.” katanya.

“Wisata religi berupa ziarah harus kita kemas menjadi suatu pengkayaan dari sejarah bagaimana penyebaran Islam di Indonesia. Dilakukan dengan pendekatan menyatu dan budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya.

Penulis: Kharen Puja Risma
Editor: Kharen Puja Risma

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *