Sebanyak 94 Usulan Santunan Korban Covid-19 Tak Cair, Kemensos RI Bungkam

  • Bagikan
SUASANA: Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Bonoloyo Solo beberapa waktu lalu. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR JATENG)
SUASANA: Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Bonoloyo Solo beberapa waktu lalu. (GALUH SEKAR KINANTHI/LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati telah mengusulkan sebanyak 94 santunan untuk ahli waris korban covid-19 kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Namun, dari 94 usulan tersebut tidak ada satu pun yang cair.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Perlindungan dan Jaminan Masyarakat Dinas Sosial Kabupaten Pati Erikson mengatakan, pihaknya telah mengirimkan proposal pengajuan sebanyak 94 berkas ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan Kementrian Sosial RI. Dari 94 usulan berkas yang telah dikirim, tidak ada satu pun yang cair.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Untuk pengusulan pengajuan bantuan santunan kematian covid-19 tahun 2021 tidak dapat kami tindaklanjuti. Karena tidak tersedianya alokasi anggaran APBN (anggaran pendapatan belanja negara, Red) pada Kementrian Sosial RI,” katanya.

Lanjutnya, pelaksanaan santunan kematian untuk korban meninggal akibat covid-19 itu bersumber dari APBN Kemensos RI tahun anggaran 2020 dan 2021. Namun dalam realisasinya tidak tersedia anggaran bagi ahli waris.

“Kementrian Sosial RI belum dapat menindaklanjuti dan merealisasi usulan santunan kematian pada tahun 2020 dan 2021,” terangnya.

Pihaknya pun sebetulnya sudah membuat surat ke Kemensos RI mengenai kejelasan hal tersebut. Namun, tidak ada jawaban sama sekali.

“Kami sudah membuat surat ke Kemensos dalam rangka menanyakan kebijakan santunan untuk ahli waris korban covid-19, tapi tidak ada jawaban. Akhirnya kami terima surat dari Dinsos Provinsi, bahwa seluruh Indonesia tidak menerima (santunan, Red),” ujarnya.

Akhirnya, pihaknya membuat surat edaran ke setiap kecamatan guna mensosialisasikan hal tersebut. Dalam sosialisasi tidak terdapat respon dari pihak keluarga korban covid-19.

“Kami sudah membuat surat ke semua kecamatan tentang hal tersebut. Surat sudah saya kirim. Respon dari keluarga tidak ada,” pungkasnya.(lam/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.