Sembako Naik Jelang Tahun Baru, PPP: Jangan Dianggap Masalah Sepele

  • Bagikan
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Chairunnisa Yusuf / Lingkar.co
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Chairunnisa Yusuf / Lingkar.co

Jakarta, Lingkar.co – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Chairunnisa Yusuf meminta pemerintah melakukan operasi pasar, pasalnya beberapa harga sembako semakin naik jelang tahun baru.

“Kita minta pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah, bekerjasama dengan aparat keamanan melakukan pengawasan dan operasi di pasar-pasar. Terutama mengantisipasi terjadinya kenaikan-kenaikan yang tidak wajar di alur distribusi hingga ke konsumen, ” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini masyarakat masih merasakan kesulitan ekonomi akibat masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir kemudian diperparah dengan harga sembako yang naik.

“Kami minta pemerintah jangan menganggap ini masalah sepele, ini kaitannya dengan maslahat masyarakat kecil. Mereka sudah kesulitan ekonomi, ditambah harga bahan untuk makan sehari-hari naik. Pemerintah harus hadir disini!,” tegasnya.

Sebut saja, katanya harga minyak goreng yang sudah naik sejak dua bulan lalu bahkan hingga saat ini terus merangkak naik, seharusnya pemerintah bisa mengantisipasinya.

“Kita tahu, meskipun pasokan global bahan baku minyak turun, tetapi Indonesia inikan penghasil sawit terbesar, harusnya bisa diatasi oleh pemerintah,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meyakini kenaikan harga-harga sembako seperti minyak goreng, telur, cabai rawit, dan lainya itu disebabkan ada oknum yang bermain.

“Di salah satu pasar di DKI Jakarta, harga cabe saat ini Rp125 ribu per kilogram kemudian minyak goreng Rp40 ribu per kilogram, ini kan gak wajar. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap oknum yang bermain ini,” tandasnya.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan pada Sabtu (25/12/2021), secara nasional jika dibandingkan sejak awal Desember dengan tanggal 24 Desember 2021, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan signifikan adalah cabai rawit merah yang naik 62,6 persen dari Rp 58.300 per kilogram menjadi Rp 94.800 per kilogram.

Secara nasional, kenaikan harga bahan pokok juga terjadi pada cabe merah besar naik dari Rp 42.300 per kilogram menajdi Rp 49.400 per kilogram. Cabe merah keriting juga naik naik 22,14 persen dari Rp 42.000 menjadi Rp 51.300 per kilogram. Kemudian telur ayam ras mengalami kenaikan harga dari Rp 25.300 menjadi Rp 28.600 per kilogram, dan harga bawang merah melonjak 10,9 persen dari Rp 25.500 menjadi Rp 28.300 per kilogram.

Sementara itu, di DKI Jakarta, kenaikan harga cabai merah besar dari Rp 51.800 menjadi Rp 54.500 per kilogram. Harga cabai merah keriting juga naik dari Rp 50.900 menjdai Rp 53.600, dan cabai rawit merah dari Rp 99.400 menjadi Rp 110.000 per kilogram. Kenaikan juga ada pada daging ayam yang naik dari Rp 33.500 jadi Rp 33.600 per kilogram. Kemudian harga telur ayam naik dari Rp 27.100 menjadi Rp 28.700 per kilogram.

Penulis : Muhammad Idris

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *