Komoditas Udang Vaname di Jateng Menjanjikan, Sepanjang 2025 Mencapai 26.313 Ton

Komoditas Udang Vaname di Jateng Menjanjikan, Sepanjang 2025 Mencapai 26.313 Ton
Presiden RI, Prabowo Subianto saat mengikuti panen raya udang vaname di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jumat (23/5/2026). Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Komoditas udang vaname di Jawa Tengah cukup menjanjikan. Menurut data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tercatat produksi udang vaname di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 26.313 ton. Kabupaten Kebumen menjadi salah satu sentra utama dengan produksi mencapai 1.850 ton.

Sementara itu, ekspor udang Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 1.300 ton dengan nilai Rp178,8 miliar. Angka tersebut menunjukkan sektor budidaya perikanan masih menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor daerah.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat panen raya udang vaname yang digelar di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jumat (23/5/2026).

Pada kesempatan itu, hadir Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, kawasan tambak modern seluas 100 hektare itu menjadi sinyal kuat bahwa sektor perikanan budidaya Jawa Tengah memiliki masa depan yang sangat menjanjikan, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.

Kata Luthfi, kawasan budidaya modern tersebut dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai model budidaya udang berbasis kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Luthfi mengatakan, proyek budidaya udang di Kebumen memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain meningkatkan produksi perikanan, kawasan itu juga dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Ini prospek bagus. Lahan 100 hektare ini akan menambah lapangan pekerjaan baru di wilayah Kebumen, di samping pendapatan daerah tentunya. Dan secara nasional ini prospek yang bagus sekali,” kata Luthfi usai kegiatan.

Menurutnya, keberadaan BUBK Kebumen menjadi bagian penting dalam implementasi Program Ekonomi Biru sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.

Sementara, Presiden Prabowo mengapresiasi produktivitas tambak udang di Kebumen yang dinilai telah memenuhi standar dunia.

“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan 40 ton udang. Luar biasa. Harganya juga sangat bagus, Rp 70 ribu per kilogram,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan, pemerintah akan terus memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan produktif di sejumlah daerah lain, seperti Waingapu, Gorontalo, dan Pantai Utara Jawa Barat.

“Yang harus kita dukung adalah proyek-proyek yang produktif, yang menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah untuk rakyat,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini, kawasan BUBK Kebumen disebut telah menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal dan masuk dalam salah satu proyek strategis nasional di sektor perikanan budidaya. (*)