Lingkar.co – Megawati Soekarnoputri mendorong agar sektor kelautan menjadi pusat geopolitik sekaligus penggerak inovasi nasional Indonesia.
Hal itu disampaikan Megawati saat menghadiri forum National Policy Dialogue Kedaulatan Kelautan Berbasis Kekayaan Hayati Kelautan yang digelar Universitas Gadjah Mada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional itu menilai geopolitik memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa, terlebih Indonesia memiliki posisi geostrategis, kekuatan geoekonomi, serta kekayaan hayati laut yang melimpah.
Menurut Megawati, potensi biodiversitas laut Indonesia dapat menjadi fondasi pengembangan berbagai sektor strategis, mulai dari industri farmasi, bioteknologi kelautan, energi baru terbarukan, ekonomi karbon biru, hingga ketahanan pangan dan inovasi masa depan lainnya.
Ia optimistis ilmu pengetahuan dan inovasi nasional mampu menjadikan laut sebagai landasan kemajuan peradaban Indonesia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Megawati menilai BRIN perlu mampu mengintegrasikan riset dengan kebutuhan industri serta kebijakan publik dalam satu ekosistem inovasi nasional yang terpadu.
“Kita memerlukan orkestrasi besar antara negara, perguruan tinggi, peneliti, industri, dan masyarakat, karena pembangunan tidak bisa terpisah berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan memerlukan irama, arah, tujuan yang sama, yaitu Indonesia yang berdaulat, merdeka, berdikari,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia mengatakan UGM bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia siap menjadi mitra strategis BRIN dalam membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
Menurutnya, geopolitik kelautan Indonesia merupakan ruang strategis yang menentukan posisi Indonesia di tingkat internasional.
“Sebagai perguruan tinggi nasional, kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran dalam pengembangan riset, inovasi, pendidikan, dan hilirisasi di bidang kelautan dan kemaritiman, termasuk mendukung kebijakan berbasis bukti yang memberikan dampak terhadap pembangunan nasional,” ucapnya.
Penulis: Putri Septina












