Sempat Anjlok, Produsen Sepatu di Klaten kini Kirim Produk 6 Ribu Pasang Perhari

  • Bagikan
LIHATKAN : Pemilik PT ADCO Pakis Mas Klaten, Aditya Caesarico (Kanan) saat memperlihatkan sepatu produksinya pada masa pendemi Covid-19, di Pabrik sepatu Aero Street Desa Bentangan, Klaten, Senin (21/12). (ANTARA / LINGKAR JATENG )
LIHATKAN : Pemilik PT ADCO Pakis Mas Klaten, Aditya Caesarico (Kanan) saat memperlihatkan sepatu produksinya pada masa pendemi Covid-19, di Pabrik sepatu Aero Street Desa Bentangan, Klaten, Senin (21/12). (ANTARA / LINGKAR JATENG )

KLATEN, Lingkar.co – Pandemi yang berdampak besar pada sektor industri sempat membuat Aditya Caesarico, waswas. Pangsa pasar usaha sepatu lokalnya sempat anjlok hingga 90 persen. Namun kini dia justru mampu tersenyum gembira. Pandemi kini menjadi berkah baginya.

Seorang pria berambut cepat tampak memperlihatkan sejumlah sepatu yang berada di atas meja di depannya. Sesekali dia menjelaskan tentang sepatu yang merupakan produk usahanya tersebut. Sesakali pula dia berkisah bagaimana bertahan kala pandemi seperti sekarang ini.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Badai pandemi memang turut menerpa usaha sepatu bermerk Aero Street miliknya itu. Bahkan dia sempat kaget lantaran dia sudah memproduksi khusus sepatu sekolah. Padahal pabrik yang berada di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten itu baru didirikannya tiga tahun lalu.

“Pada awal Covid-19, pasar anjlok hingga sekitar 90 persen, dan sisa omset tinggal 5 hingga 10 persen saja. Padahal ada 1400an karyawan yang harus dipertahankan dan tak boleh dikeluarkan,”ujarnya.

Diapun mencoba beradaptasi dengan membuat produk khusus online. Beragam sepatu berbagai jenis dengan corak warna warni modern yang digemari pasar. Beruntung manuvernya itu mendapat sambutan konsumen yang luar biasa.

“Kami pasarkan secara online, mengirim satu dua dos pasang sepatu. Tetapi rata-rata bisa mengirim produk hingga 6 ribu hingga 9 ribu pasang perhari,”ujarnya

Menurut Aditya beralihnya pabrik dari pasar offline ke online tersebut membuat perusahaan tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19. Bahkan, produksi terus ditingkatkan karena melayani permintaan pasar yang tidak bisa terbendung itu.

“Saya mengawali dengan instagram, sedangkan perusahaan besar sepatu lain di Indonesia mungkin tidak mengenal itu, sehingga mereka libur produksi hingga sekarang,”ujarnya.

Dia pun menyebut ada beragam keuntungan dari berjualan online. Kini dia tak lagi harus kerepotan untuk mengembangkan pasarnya.

“Pasar online saya pasang iklan klik satu detik sudah ada pembeli, dan ke Papua atau Irian satu dua minggu barang sampai konsumen, dan sekarang sekitar 98 persen omzet penjualan melalui on line. Kami selama 37 menit bisa menjual 2.880 pasang sepatu ke konsumen,”katanya.

Menyinggung soal bahan baku produksi sepatu Aero Street , kata dia, semua dari lokal dan mudah dicari di Pulau Jawa Indonesia, sehingga harga sepatu bisa murah. Bahan baku ada yang dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang dan Solo.(ara/mg9/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.