Seribu Pengemudi Jepang Terjebak Macet 40 Jam Akibat Badai Salju

  • Bagikan
MACET: Seribu pengemudi kendaraan di Jepang terjebak kemacetan sepanjang 15 kilometer selama 40 jam di jalan tol akibat badai salju. (ANTARA/LINGKAR.CO)
MACET: Seribu pengemudi kendaraan di Jepang terjebak kemacetan sepanjang 15 kilometer selama 40 jam di jalan tol akibat badai salju. (ANTARA/LINGKAR.CO)

JEPANG, Lingkar.co – Sebanyak seribu pengemudi kendaraan di Jepang terjebak kemacetan parah sepanjang 15 kilometer selama 40 jam di jalan tol tanpa makanan dan minuman akibat badai salju.

Kemacetan panjang itu terjadi di Jalan Tol Kanetsu yang menghubungkan ibu kota Tokyo dan prefektur Niigata. Kepadatan lalu lintas terjadi sejak Rabu (16/12) lalu.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Menurut pengelola jalan tol Jepang, Nippon Expressway Company (NEXCO), kemacetan dimulai ketika sebuah kendaraan terperosok ke dalam tumpukan salju di tengah jalan tol itu. Akibatnya arus lalu lintas kendaraan di belakangnya terhambat.

Sejumlah kendaraan masih bisa berjalan tetapi dengan kecepatan sangat lambat. Sedangkan pengemudi lainnya benar-benar tidak bergerak sama sekali.

Kondisi itu diperburuk dengan hujan salju lebat yang terus turun di jalan tol itu.

Kemacetan itu masih berlangsung hingga hari ini. Menurut NEXCO, jalur yang mengarah dari Tokyo sudah ditutup. Sementara jalur sebaliknya masih mengalami kemacetan panjang.

Kondisi para pengemudi kendaraan roda empat hingga truk juga semakin sulit karena perbekalan yang mereka bawa menipis untuk membantu menghangatkan tubuh di tengah badai salju.

Bantuan makanan dan minuman akhirnya datang dikirim oleh tim penyelamat dan tentara. Mereka membawa makanan berupa roti, biskuit, manisan, bola-bola nasi dan 600 botol air mineral.

Tim penyelamat juga membawa ribuan liter bahan bakar bensin dan solar.

“Hujan saljunya sangat tebal. Makin lama kendaraan saya tertimbun salju. Saya sangat takut,” kata seorang pengemudi. (ara/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.