Lingkar.co – Deputi Bidang Kewirausahaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Siti Azizah menyebut, saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia 3,47 Peresen.
“Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia sebesar 3,47 persen dan Pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya pada tahun 2024 rasio kewirausahaan kita bisa mencapai 3,95 persen,” kata Azizah.
Azizah menyampaikan hal itu secara online ada Workshop Entreprenuer Hub dengan tema ‘Technopreneurship: Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Dalam Rangka Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Dikalangan Mahasiswa”.
Ia mengingatkan, semakin tinggi rasio wirausaha di suatu negara, maka semakin kuat perekonomian di negara tersebut.
“Tingginya tingkat rasio wirausaha di suatu negara menunjukkan bahwa ekonomi negara tersebut lebih kuat,” ujarnya.
Sebagai informasi, workshop meruapakan salah satu program Entrepreneur HUB Kemenkop UKM yang digelar di Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur.
Program Entrepreneur HUB tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelatihan dan pembukaan akses jejaring usaha dalam upaya menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Kemenkop UKM terus melakukan sosialisasi dan sinergi program tersebut ke kampus-kampus. Salah satunya Entrepreneur Hub di Universitas Merdeka Malang yang dilaksanakan selama 3 hari, yaitu 13-15 Maret 2023.
Pada hari kedua, kunjungan lapangan dan coaching forum dengan mengajak 150 mahasiswa mengunjungi UKM di Malang untuk belajar langsung terkait pengembangan usaha.
“Acara ini bukan hanya memberikan pelatihan atau workshop terhadap mahasiswa atau pelaku usaha muda, namun juga memberikan mereka akses untuk masuk dalam networking usaha,” paparnyq.
“Harapannya, jika nantinya para mahasiswa memiliki pertanyaan, permasalahan, ataupun mentor untuk membimbing mereka, hal ini dapat dengan mudah didapatkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan sebuah program inisiatif yang mementingkan aspek berkelanjutan. Oleh sebab itu, selain melibatkan 150 mahasiswa terpilih, yang sudah memiliki embrio usaha, kegiatan ini juga melibatkan 50 UKM di Malang.
Juga, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Kota Batu dan PLUT KUMKM Kabupaten Malang.
Dengan melibatkan pihak-pihak lain ini, program Entrepreneur Hub diharapkan dapat bertahan bahkan berkembang dengan organik di Malang.
“Para mahasiswa berdiskusi secara aktif dengan para UKM yang telah berhasil mengembangkan usahanya. Hasil diskusi akan mereka tuangkan dalam bentuk laporan untuk melihat bagaimana mereka bisa implementasikan terhadap rencana pengembangan usaha mereka,” kata Azizah.
Menurut Azizah, kampus merupakan ladang penyemaian yang sangat penting dan strategis untuk menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia. Sebab dari kampus telah banyak muncul pelaku wirausaha yang tangguh.
Ia berharap, pelaku kewirausahaan di kalangan mahasiswa akan menjadi kekuatan pembangunan ekonomi dan sebagai agent of change dengan cara menjadi wirausaha dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Menurut Azizah, hal itu juga sebagai antisipasi bonus demografi yang akan dihadapi pada tahun 2030. Wirausaha memiliki posisi strategis untuk mempertahankan agilitas perekonomian negara.
Oleh karena itu, Pemerintah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan. (*)
Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat
Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps