Soal Jalan Rusak, Hanung Minta Maaf

  • Bagikan
Kepala DPUBMCK Jateng Hanung Triyono (TITO ISNA UTAMA/KORAN LINGKAR JATENG)
Kepala DPUBMCK Jateng Hanung Triyono (TITO ISNA UTAMA/KORAN LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkar.co – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Hanung Triono meminta maaf atas keadaan jalan rusak di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Apalagi, pihaknya mengakui penanganan kerusakan jalan di wilayah Jateng belum maksimal.

Pria yang akrab disapa Hanung itu menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan atas keadaan jalan yang sepenuhnya belum terasa nyaman.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Permohonan maaf kami karena memang jalan belum sepenuh nyaman. Tapi kita akan coba membuat lebih aman. Untuk lubang-lubang yang berbahaya sekiranya akan kita lakukan penanganan perbaikan secara cepat,” kata Hanung.

Pihaknya juga menambahkan, untuk penangganan jalan rusak masih dalam proses dan membutuhkan waktu. ”Kami butuh waktu karena semuanya masih dalam proses,” ujarnya.

Hanung mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih waspada dan hati-hati. Ia tidak menampik, keadaan jalan yang terlihat bagus bisa saja ada lubangnya. Maka dari itu, pengendara harus lebih berhati-hati, karena masih dalam penanganan.

“Masyarakat juga jangan melaju dengan kencang di jalan, karena jalan yang rusak itu bukan karena jalan yang hancur. Tetapi ada juga  jalan yang bagus tetapi ada lubangnya besar. Nah itu kan sangat berbahaya, makanya harus tetap berhati-hati,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, untuk para pengusaha untuk lebih tertib atas muatan barang supaya tidak terjadi overload yang bisa berdampak kerusakan jalan.

“Kepada para pengusaha kita minta tidak ada overload yang teknis kebijakanya akan kita selesaikan,” tambahnya.

Hanung mengatakan, salah satu penyebab kerusakan jalan karena drainase yang kurang maksimal. “Jadi kawasan yang tumbuh pada umumnya tidak mengindahkan drainase. Akhirnya air yang dari luar masuk ke jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak mungkin drainase jalan itu harus mengakomodir semua air. Penting untuk mengatur manajemennya, karena outlet itu pasti sungai. Outlet sungai itu yang harus diatur dan itu bukan perkara yang mudah. Mungkin kolaborasi yang mengambil peran utama adalah pemerintahan kabupaten/kota.

Pihaknya juga mengatakan, untuk tatanan dranase agar segera dibenahi dan tidak menyalahkan masyarakat. “Maka dari itu kalau jalan jadi sungai jangan salahkan jalannya. Akan tetapi harus pembenahan tatanan drainasenya,” terangnya.

Hanung mengajak masyarakat untuk berkerja sama dalam penataan drainase supaya tidak ke jalan. “Ayolah kita bareng-bareng membuat sistem drainase kawasan dengan baik. Tidak semuanya dalam satu tumpuan di jalan,” ujarnya.(ito/one)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.