Soal Jateng di Rumah Saja, Pedagang: Terkesan Tak Adil bagi Rakyat Kecil

  • Bagikan
SEMAKIN SUSAH: Hendro penjual bakso kuah di depan SMP N 10 Kota Surakarta. (GALUH SEKAR KINANTHI/KORAN LINGKAR JATENG)
SEMAKIN SUSAH: Hendro penjual bakso kuah di depan SMP N 10 Kota Surakarta. (GALUH SEKAR KINANTHI/KORAN LINGKAR JATENG)

SURAKARTA, Lingkar.co- Pedagang kecil di sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengakui, selama pandemi ini sudah sepi pembeli. Tambah adanya kebijakan PPKM dan gerakan Jateng di Rumah Saja membuat penghasilan mereka kian menurun.

Sebagai rakyat kecil, Hendro penjual bakso kuah yang setiap harinya berkeliling dan mangkal di depan SMP N 10 Surakarta mengaku, mengeluhkan gerakan gagasan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Hendro menyayangkan, gagasan itu terkesan tidak adil bagi rakyat kecil sepertinya.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Sebenernya memang baik karena misi kesehatan. Tapi untuk kita yang hanya mengandalkan jualan ini mau makan apa kalau di rumah saja Mbak,” ujar Hendro menanggapi gerakan Jateng di Rumah Saja.

Hendro menyebut, pemerintah harusnya juga melihat sebab-akibat yang muncul. Menurutnya, gerakan tersebut sah-sah saja, asalkan selama penerapannya, kebutuhan rakyat yang di rumah saja bisa terpenuhi.

“Kalau kebutuhan kami terpenuhi kan untuk seminggu di rumah saja pun kami tidak masalah, kalau tiba-tiba kami disuruh berdiam diri di rumah tanpa adanya kesiapan dan perhatian dari pemerintah, ya kami mau hidup bagaimana, berjualan saja sepi, apalagi diam diri saja,” ungkapnya. (luh/lut)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.