Arsip Tag: Penerapan PJJ

PJJ di Kampus Diterapkan Terbatas, Kualitas Pembelajaran Jadi Sorotan

Lingkar.co – Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah perguruan tinggi sebagai upaya efisiensi energi menuai beragam tanggapan. Meski dinilai adaptif terhadap kebutuhan zaman, kebijakan ini juga memunculkan kekhawatiran terkait kualitas pembelajaran.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa PJJ hanya diterapkan pada mata kuliah tertentu yang bersifat teoritis.

”Tapi tetap kita menyerahkan kepada setiap perguruan tinggi. Perguruan tinggi, prodi-prodi akan melihat mana yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan secara online. Tetapi, sekali lagi tidak mengurangi capaian pembelajaran, tidak mengurangi kualitas, dan seterusnya,” tutur Brian.

Ia menekankan bahwa mata kuliah praktik tetap harus dilakukan secara langsung agar kompetensi mahasiswa tidak menurun.

Meski demikian, sejumlah akademisi menilai pembelajaran tatap muka tetap memiliki keunggulan tersendiri. Dosen Universitas Gadjah Mada Agustinus Subarsono menyatakan dirinya lebih mendorong pembelajaran dilakukan secara langsung.

”Saya cenderung mendorong menggunakan luring (tatap muka) karena guru dan dosen memiliki ruang yang lebih leluasa untuk berimprovisasi dalam menjelaskan berbagai pengetahuan dan fenomena. Pembelajaran luring juga dimaksudkan tidak terjadi learning loss, yakni penurunan pengetahuan dan keterampilan siswa akibat gangguan dalam proses pembelajaran,” ujar Subarsono.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan fleksibilitas kepada perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan ini. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan.

Kepala LLDikti Wilayah III Henri Tambunan menegaskan bahwa pihaknya dapat meminta perguruan tinggi kembali ke pembelajaran tatap muka jika ditemukan ketidaksesuaian.

”Imbauan penyesuaian kegiatan akademik ini berlaku hingga adanya perubahan himbauan dan/atau kebijakan dari Kemendiktisaintek,” kata Hendri.

Dengan berbagai penyesuaian ini, implementasi PJJ di perguruan tinggi dinilai sebagai langkah adaptif di tengah tuntutan efisiensi. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut tetap bergantung pada keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kualitas interaksi pembelajaran.

Penulis : Putri Septina

Kampus Negeri Mulai Berlakukan PJJ Terbatas

Lingkar.co – Sejumlah perguruan tinggi negeri mulai menyesuaikan sistem pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi mahasiswa semester V ke atas dan program pascasarjana. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya mendukung efisiensi energi tanpa mengganggu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Penerapan PJJ tersebut akan dievaluasi secara berkala guna memastikan mutu, kualitas, serta capaian pembelajaran mahasiswa tetap terjaga.

Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah melalui laman resmi UI, Jumat, (10/4/2026), menyampaikan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian pola kerja melalui skema fleksibel work from office (WFO) dan work from home (WFH).

”Khusus bagi dosen, pengaturan pola kerja disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional sekaligus langkah efisiensi energi tanpa menurunkan kualitas layanan.

”Penyesuaian pola kerja ini merupakan langkah strategis untuk membangun budaya kerja yang lebih fleksibel, produktif, dan berbasis kinerja. Kami ingin memastikan bahwa kualitas layanan dan capaian tridarma tetap terjaga, sekaligus berkontribusi pada upaya efisiensi energi secara nasional,” ujarnya.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran yang bersifat praktik seperti laboratorium, klinik, studio, hingga praktik lapangan tetap dilakukan secara tatap muka.

UI juga mendorong optimalisasi layanan digital, mulai dari bimbingan tugas akhir, seminar, rapat akademik, hingga layanan administrasi mahasiswa, guna mengurangi mobilitas dan meningkatkan efisiensi.

Sementara itu, Universitas Pendidikan Indonesia juga menerapkan kebijakan serupa dengan pendekatan yang fleksibel. Direktur terkait, Ahmad Yani, menyebut pelaksanaan PJJ disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah.

”Kami memastikan implementasi PJJ berjalan efektif, adaptif, dan tetap menjaga mutu pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi,” kata Yani.

UPI turut memperkuat infrastruktur digital melalui pengembangan sistem pembelajaran online serta mendorong dosen menyiapkan materi pembelajaran digital secara lengkap.

Di sisi lain, Universitas Padjadjaran menerapkan PJJ secara terbatas, yakni setiap hari Jumat. Namun, kegiatan praktikum tetap dilaksanakan secara langsung di kampus.Wakil Rektor Unpad R Widya Setiabudi Sumadinata menyatakan kebijakan ini mulai berlaku Jumat, (10/4/2026) dan akan dievaluasi dalam satu bulan.

”Kebijakan ini langsung berlaku di minggu ini pada Jumat 10 April 2026. Kebijakan WFH ini akan dievaluasi dalam satu bulan ke depan, apakah lanjut atau kembali normal,” ujarnya.

Penulis: Putri Septina