Tekan Penyebaran Covid-19, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Lakukan Monitoring Isolasi Mandiri dan Jogo Tonggo

  • Bagikan
LAKUKAN: Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Sri Sumarni melakukan penempelan stiker isolasi Covid-19 di rumah warga. (ALIFIA ELSA MAULIDA/LINGKAR.CO)
LAKUKAN: Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Sri Sumarni melakukan penempelan stiker isolasi Covid-19 di rumah warga. (ALIFIA ELSA MAULIDA/LINGKAR.CO)

KUDUS, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Tekan penyebaran Covid-19, Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Sri Sumarni melakukan monitoring isolasi mandiri baik di rumah maupun isolasi terpusat desa di balai desa.

Hal ini bertujuan untuk memantau dan melihat perkembangan kesehatan masyarakat yang terkonfirmasi aktif Covid-19 pada Senin (12/7/2021).

Kegiatan monitoring dilakukan di empat desa yaitu Desa Golantepus, Desa Tanjungrejo, Desa Honggosoco, dan Desa Bae.

Dalam kegiatan monitoring isolasi mandiri, Sri Sumarni dengan pendampingan Kepala Desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Dengan maksud menjenguk warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah dan juga tempat isolasi mandiri terpusat desa yang di sediakan di desa masing-masing.

Ingatkan Warga untuk Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Di kediaman salah satu rumah warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah, Sri Sumarni mengingatkan warga untuk tetap di rumah saja dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Baca juga:
Pekan Ini, Jateng Dapat 700 Ribu Vial Vaksin Covid-19

“Maskernya di pakai, usahakan menutup mulut, hidung dan dagu ya pak. Jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun juga jangan kemana-mana dulu untuk sementara waktu,” ucap Sri Sumarni, kepada salah satu warga Golantepus saat monitoring isolasi mandiri di rumah.

Tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, di rumah salah satu warga Tanjungrejo yang sedang melakukan isolasi mandiri, Sri Sumarni dengan pendampingan Kepala Desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) memasangkan stiker di rumah warga yang menandakan di rumah tersebut terdapat orang yang terkonfirmasi Covid-19.

“Stiker merah keterangan tanggal isoman ini terpasang di luar sebagai tanda kalau rumah ini ada yang terkonfirmasi Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri. Sedangkan untuk stiker putih keterangan nomor yang bisa di hubungi di pasang di jendela dalam rumah,” terangnya.

“Guna jaga-jaga jika sewaktu-waktu butuh bantuan dari Camat, Dokter Puskesmas, dan lainnya. Setelah isolasi mandiri selesai nanti bisa warga lepas,” lanjut Sri Sumarni kepada warga Tanjungrejo yang sedang isolasi mandiri di rumah.

Monitoring Isolasi, Sebagai Upaya Penanganan Covid-19

Monitoring isolasi mandiri dan jogo tonggo ini merupakan sebuah langkah konkrit sebagai upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Kudus yang sudah menjadi perhatian nasional.

Baca juga:
Kapolres Sragen Gelar Baksos bantu Pedagang Terdampak PPKM

Hal itu d ibuktikan dengan pernyataan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyatakan bahwa kegiatan jogo tonggo yang dilakukan di Kudus ini patut di contoh.

“Kami selalu update tentang laporan dari kegiatan jogo tonggo tentang perilaku masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan dan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 yang sedang di berlakukan ini,” ujar Sri Sumarni.

Dari update laporan jogo tonggo menyebut sudah ada peningkatan masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Harapannya, walaupun tingkat penyebaran Covid-19 di Kudus sudah menurun, masyarakat jangan sampai kendor dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tutupnya.

Penulis: Alifia Elsa Maulida

Editor: Galuh Sekar Kinanthi

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!