Wisata  

Telan Anggaran Rp 113,7 Miliar, Benteng Pendem di Ngawi akan Direstorasi

Objek wisata Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan Benteng Pendem yang di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. (ANTARA/LINGKAR.CO)
Objek wisata Benteng Van Den Bosch atau lebih dikenal dengan Benteng Pendem yang di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. (ANTARA/LINGKAR.CO)

JAKARTA, Lingar.co – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan penataan Benteng Van Den Bosch. Atau lebih terkenal dengan Benteng Pendem yang merupakan kawasan cagar budaya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, guna meningkatkan pariwisata.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan. Revitalisasi Benteng Pendem tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya. Anggaran revitalisasi bersumber dari APBN Tahun 2020-2023 dengan nilai kontrak Rp113,7 miliar.

“Konsep revitalisasi Benteng Pendem sesuaikan dengan fungsi kota sebagai kota tujuan wisata dengan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu (6/1).

Destinasi wisata heritage yang berada di Kelurahan Pelem, Ngawi ini terkenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa yang merupakan benteng Belanda.

Dahulunya bangunan itu berfungsi sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak pasukan. Saat ini kondisinya terlihat memprihatinkan dan minim perawatan. Dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut rusak dan kusam, serta beberapa bagian bangunan juga hilang.

Sejak 10 Desember 2020 Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya merestorasi Benteng Pendem dengan tetap melindungi elemen-elemen bangunan utama sesuai dengan tahapan pelestarian bangunan gedung cagar budaya.

Png-20230831-120408-0000

Terdapat 13 bangunan yang akan melakukan restorasi di antaranya bangunan barak tentara, mess perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, dan gerbang.

Penataan kawasan Benteng Pendem Ngawi seluas kurang lebih 42.181 meter persegi oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero). Dengan masa pengerjaan 780 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Januari 2023. (ara/aji)

Baca Juga:
Mutasi Jabatan Rawan Gratifikasi

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *