Upaya Mencegah Kekerasan Antar-Taruna di PIP Semarang

  • Bagikan
Kopi Indonesia, dengan tagline Heaven of Specialty Coffee, sukses menarik perhatian pengunjung dan pelaku usaha pada Coffex Istanbul 2021, pada 15-18 September 2021. FOTO: KJRI Istanbul/Lingkar.co
Kopi Indonesia, dengan tagline Heaven of Specialty Coffee, sukses menarik perhatian pengunjung dan pelaku usaha pada Coffex Istanbul 2021, pada 15-18 September 2021. FOTO: KJRI Istanbul/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Anggota Komisi V DPR RI, Sudewo, menyoroti kekerasan antar-taruna yang berujung korban nyawa di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Sudewo menilai, perlunya penerapan kolaborasi antara sistem pembelajaran dan sistem pengasuhan pada sekolah kedinasan seperti PIP, untuk menghindari kekerasan siswa.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke PIP Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/9/2021).

Pada kesempatan itu, Komisi V DPR RI, bertemu dengan jajaran Kementerian Perhubungan dan Direktur PIP Semarang.

Sudewo menegaskan, PIP Semarang belum menerapkan kolaborasi sistem tersebut. Sehingga, menjadi salah satu penyebab kekerasan terjadi, hingga menimbulkan korban nyawa.

Dia menegaskan, pengajar tidak boleh fokus pada proses belajar mengajar saja, melainkan pengasuhan berperan membentuk kepribadian dan karakter peserta didik.

“Jadi selain rekrutmen, proses ini menjadi sesuatu yang penting,” ucap Sudewo.

Baca Juga:
Berminat Ikuti Program Sertifikasi Halal Gratis? Ini Syarat Bagi Pelaku UMK

Selain itu, ia juga menilai jumlah pengasuh dengan jumlah taruna belum proporsional.

“Tadi dikatakan pengasuh hanya 30 orang (pengasuh) berbanding dengan 1.619 taruna, itu saya anggap belum proporsional,” ujar Sudewo.

Menurutnya, satu pengasuh harus mengasuh sekian taruna. Tentunya masih akan kewalahan. Sehingga perlu penambahan pengasuh.

“Satu pengasuh harus mengasuh sekian orang. Kalau memang itu masih kewalahan, ya tambah. Tidak hanya masalah jumlah pengasuhnya, tetapi juga pola-pola pengasuhannya. Cara-cara pengasuhan adalah sesuatu yang penting,” jelasnya.

KEKERASAN JANGAN TERULANG LAGI

Sudewo berharap, agar kejadian kekerasan yang hingga menimbulkan korban nyawa tidak terulang.

“Ini mudah-mudahan kejadian yang terakhir di lingkungan kementerian perhubungan,” kata anggota Fraksi Partai Gerindra DPR itu.

“Tidak hanya di sini, tapi seluruh kampus dibawah naungan BPSDM Kemenhub, jangan sampai terjadi kembali,” sambungnya.

Sudewo menjelaskan, bahwa ia punya harapan tinggi agar seluruh kampus dalam naungan BPSDM Kemenhub, dapat merebut pasar-pasar internasional.

Sehingga, ia meminta Kemenhub untuk melakukan peningkatan terhadap siswa dalam hal skill dan ability.

Ia juga mengingatkan kembali keinginan Presiden Jokowi, bahwa pemerintah akan fokus terhadap kemampuan sumber daya manusia.

“Kalau memang sampai sekarang belum siap, saya ingin dibuka anatominya secara menyeluruh,” kata Legislator Dapil Jateng III itu.

Sudewo mengatakan, ungkap semua faktor-faktor penghambat dan kekurangan dalam proses pendidikan.

“Faktor-faktor yang menghambat harus didiskusikan, entah sarana prasarananya, atau proses belajar mengajarnya, atau SDM para pengajarnya, laboratorium penelitian, atau juga karena akses yang belum terbuka,” ujarnya.

“Semua harus dilihat. Dan manakala ada kekurangan di sana sini, saya tidak segan untuk berjuang membantu mengalokasikan anggaran,” sambungnya.

KEKERASAN DI PIP SEMARANG

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, seorang taruna PIP Semarang, Zidan Muhammad Faza (21), meninggal dunia setelah diduga dianiaya oleh seniornya.

Taruna asal Jepara, Janteng, itu diduga meninggal setelah dipukul seniornya, Caesar Richardo Bintang Samudra Tampubolon (22).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan, membenarkan informasi meninggalnya taruna semester 6 tersebut.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin (6/9/2021) malam, Bermula ketika korban dan pelaku terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Pelaku yang tidak terima diduga memukul bagian dada korban hingga terjatuh.

Korban sempat dilarikan ke RS Roemani Semarang, namun nyawanya tidak tertolong.

AKBP Donny, mengatakan pelaku sudah ditangkap, untuk proses lebih lanjut.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan, selanjutnya akan diproses lebih lanjut,” katanya, Selasa (7/9/2021).

INVESTIGASI INTERNAL

Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub, A. Arif Priadi, menegaskan tidak mentolerir tindak kekerasan di lingkungan kampus.

“PIP Semarang saya minta fokus dan mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali” tegasnya, dalam rilis, Kamis (9/9/2021).

Dia mengatakan, pihaknya fokus lakukan investigasi internal terkait tindak kekerasan yang melibatkan taruna PIP Semarang.

Meski kata dia, Meski tindak kekerasan tersebut terjadi di luar lingkungan kampus terhadap taruna yang sedang dalam pembelajaran jarak jauh, namun pihak kampus akan melakukan investigasi mengenai insiden ini.

“Sebagai langkah preventif, PIP Semarang saya minta menyelenggarakan kegiatan peningkatan pembinaan karakter sesegera mungkin, secara virtual bagi seluruh civitas akademika,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PIP Semarang, Capt. M. Rofik, langsung bertindak paska kejadian tindak kekerasan taruna tingkat akhir kepada juniornya.

Ia menugaskan dua pejabat PIP Semarang, untuk fokus penyelesaian masalah, termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga dan kepolisian.

Kedua pejabat itu, Wakil Direktur (Wadir) 3 dan Kepala Pusat Pengembangan Karakter Taruna dan Perwira Siswa (Pusbangkatarsis).

Untuk itu, keduanya di nonaktifkan sementara dari jabatannya.

Selanjutnya, BPSDM Perhubungan, segera menyiapkan langkah-langkah nyata peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.*

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!