Upaya Penuhi Target Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Wagub Jateng Launching Destara

  • Bagikan
Taj Yasin setelah melaunching program Destara di Pendopo Pemalang, Rabu (3/11/2021)
Taj Yasin setelah melaunching program Destara di Pendopo Pemalang, Rabu (3/11/2021)

PEMALANG, Lingkar.co – Tangani lima daerah kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melaunching program Desa Sejahtera atau Destara yang di inisiasi oleh Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW).

Usai melaunching program Destara di Pendopo Pemalang, Rabu (3/11/2021). Taj Yasin mengatakan bahwa program Destara ini bagian dari pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.

“Kami (Pemerintah Provinsi Jawa Tengah) diberikan amanat oleh Bapak Wakil Presiden, untuk segera mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Ada 5 Kabupaten, salah satunya Pemalang,” terangnya.

Walau target yang diberikan adalah hingga akhir tahun ini. Pihaknya akan terus memaksimalkan pengentasan kemiskinan di lima kabupaten ekstrem.

“Dengan waktu yang mepet ini, kita tidak bisa langsung mengentaskan semuanya. Kita berusaha dan berupaya untuk mengentaskan kemiskinan dengan (program) satu OPD satu desa binaan insyaallah,” ucapnya.

Taj Yasin menambahkan, terkait langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengentaskan kemiskinan. Yakni melalui pemberdayaan masyarakat.

“Kita perhatikan kelayakan rumahnya, mereka incomenya datang dari mana. Maka kita berdayakan, salah satunya memberdayakan dengan memberikan pekerjaan, pelatihan, dan pendampingan,” paparnya.

Terkait progres pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah, dari tahun 2018-2019 Provinsi Jawa Tengah meraih penghargaan.

“Bahkan di tahun 2020 yang mana peningkatan kemiskinan (Di Indonesia) meningkat, kami juga bisa menekan dan di akhir juga ada penurunan (angka kemiskinan),” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, yang telah mencari potensi Sumber Daya Alam yang dapat diolah oleh masyarakat.

“Ini didorong aja masyarakatnya, bukan hanya mendapingi saja tetapi juga membatu mencarikan pasar,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mewaspadai resiko penularan Covid-19, terlebih banyak ahli mengatakan akan ada gelombang ketiga.

“Saat ini kita juga masih waspada akhir tahun ini tentang penularan Covid-19 maka kami berharap protokol kesehatan dijaga, Kabupaten Pemalang masih level tiga,” harapnya.

Penulis : Rezanda Akbar D.

Editor : Muhammad Nurseha

  • Bagikan