Warga Ngurensiti Aktif Perbarui Berkas Kependudukan

ILUSTRASI : Blangko permohonan berkas kependudukan. Lingkar.co
ILUSTRASI : Blangko permohonan berkas kependudukan. Lingkar.co

PATI, Lingkar.co – Warga Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, aktif mengurus berkas kependudukan, seperti Kartu Keluarga yang sudah ada Tanda Tangan Elektronik (TT-e).

Sekretaris Desa Ngurensiti, Hadipan, mengatakan keaktifan warga mengurus berkas kependudukan lantaran terintegrasinya data kependudukan dengan berbagai kantor pelayanan.

“Ketika ada peristiwa kependudukan, masyarakat setempat segera melakukan permohonan untuk memperbaharui elemen data pada berkas kependudukan,” ungkapnya, lingkarjateng.co.id, belum lama ini.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Untuk memudahkan pendataan arus kependudukan, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngurensiti, juga memberlakukan surat pengantar dari Rukun Tetangga (RT) yang ingin meminta surat pengantar dari desa.

“Meski, masih ada warga setempat yang melakukan permohonan tanpa melalui desa. Tetapi itu kami maklumi, karena memang untuk regulasi terbaru ini memang seperti itu,” jelasnya.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Dalam berbagai kesempatan seperti pertemuan RT rutin, pemdes setempat juga selalu mengingatkan warga agar segera melaporkan peristiwa kependudukan.

Png-20230831-120408-0000

Baca Juga:
Carik Margorejo: Agar Selaras, Sosialisasi TT-e Harus Menyeluruh

Pihaknya bersyukur, warga setempat juga aktif melakukan permohonan berkas kependudukan dan kepemilikan KK terbaru dengan TT-e.

“Kami juga memberikan sosialisasi terkait berkas penyerta untuk permohonan ketika ada warga yang bertanya,” kata Hadipan.

Kepala Disdukcapil Pati, Rubiyono, menjelaskan perlunya melaporkan peristiwa kependudukan dengan melakukan permohonan pembaharuan berkas.

Sebab, kata dia, ketika warga tidak melakukan pembaruan berkas kependudukan, akan mengalami kesulitan untuk melakukan permohonan administrasi yang berhubungan dengan berkas kependudukan.

“Misal pendaftaran jaminan sosial,” ucapnya.

Masyarakat juga harus teliti ketika berkas kependudukan sudah tercetak. Jangan ada kesalahan atau ketidakselarasan elemen data kependudukan baru.

“Ketika sudah berlangsung lama, tentu masyarakat juga akan mengalami kesulitan. Karena harus memperbaharui berkas kependudukan terlebih dahulu,” pungkasnya.*

Penulis: IBNU MUNTAHA/LINGKAR.CO

Editor: NADIN HIMAYA

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *