Waspada Penyakit Hewan Jelang Iduladha, Jateng Perketat Pengawasan Ternak di Perbatasan

Waspada Penyakit Hewan Jelang Iduladha, Jateng Perketat Pengawasan Ternak di Perbatasan
Petugas saat melakukan pemeriksaan kesehatan dan Vaksinasi hewan ternak untuk kurban. Foto: dokumentasi/istimewa

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak menjelang Iduladha 2026 guna mengantisipasi penyebaran penyakit dari luar daerah maupun antarwilayah. Pemeriksaan difokuskan di sejumlah daerah perbatasan sebagai langkah menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban yang akan beredar di masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, pengawasan dilakukan di sejumlah titik strategis seperti Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri yang menjadi jalur keluar masuk ternak.

Menurutnya, setiap ternak yang berpindah wilayah wajib dilengkapi surat keterangan sehat guna memastikan hewan bebas dari penyakit menular sebelum diperjualbelikan kepada masyarakat.

“Bukan hanya untuk kurban, misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan ternak berpindah harus ada surat tersebut dan kesehatannya sudah dicek,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Frans menegaskan, apabila ditemukan hewan dengan kondisi tidak sehat, petugas akan langsung mengimbau agar ternak tersebut tidak dijual demi mencegah kontak dengan hewan lain yang sehat.

Meski pengawasan diperketat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kondisi kesehatan ternak secara umum masih aman. Hingga saat ini belum ditemukan kasus serius yang mengancam stok hewan kurban di wilayah tersebut.

Selain pengawasan kesehatan, Jawa Tengah juga dipastikan memiliki stok hewan kurban yang melimpah untuk Iduladha 2026. Dari total populasi ternak sekitar 6,3 juta ekor, diperkirakan sebanyak 593.168 ekor akan digunakan untuk kebutuhan kurban tahun ini.

Jumlah tersebut meliputi 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Untuk sapi, kambing, dan domba, stok di Jawa Tengah tercatat surplus, sementara kerbau masih mengalami keterbatasan pasokan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat lebih teliti saat membeli hewan kurban. Ciri hewan sehat antara lain memiliki mata cerah, kuku bersih tanpa luka, tidak cacat, serta tidak mengeluarkan liur berlebihan.

Di sisi lain, tren pemotongan hewan kurban di Jawa Tengah dalam dua tahun terakhir terus meningkat. Data Distannak menunjukkan pemotongan sapi naik 8,9 persen, kambing 22,3 persen, dan domba 25,7 persen dibanding tahun sebelumnya. (*)

Penulis: Husni Muso