Pemkot Semarang Gercep Tangani Kebakaran Pasar Kanjengan, Relokasi Pedagang Disiapkan

SNC 2026 Kota Semarang dikukuhkan sebagai ajang budaya berskala internasional. (dok Pemkot Semarang)
SNC 2026 Kota Semarang dikukuhkan sebagai ajang budaya berskala internasional. (dok Pemkot Semarang)

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui perangkat daerah terkait telah melakukan penanganan cepat atas kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Kanjengan Johar, tepatnya di area pedagang kaki lima (PKL) Blok C serta deretan ruko di Blok F.

Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan telah terjadi pada Rabu (29/4) malam hingga Kamis (30/4) dini hari dan api telah menjalar dengan cepat di kawasan perdagangan padat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pemadam kebakaran.

Sebanyak ratusan unit lapak dan ruko telah terdampak, dengan data sementara menunjukkan sekitar 468 unit terdampak langsung, terdiri dari ratusan PKL serta puluhan ruko di Blok F.

Proses pemadaman telah dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang bersama BPBD serta unsur terkait lainnya dengan total personel gabungan mencapai sekitar 90 orang.

Puluhan armada pemadam telah dikerahkan dan suplai air telah dipenuhi dari hydrant kota, tangki PDAM, serta sumber air tambahan di sekitar kawasan Kota Lama.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, pada Kamis (30/4) menyampaikan bahwa penanganan telah dilakukan secara intensif sejak api mulai menjalar.

“Penanganan telah dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan sejak api mulai menyebar dari Blok C ke Blok F, dan proses pemadaman serta pendinginan telah dilaksanakan hingga dipastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujarnya.

Penyebab awal kebakaran hingga saat ini masih belum dapat dipastikan. Proses investigasi telah diambil alih oleh pihak kepolisian bersama instansi terkait.
Namun demikian, penyelidikan internal juga telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung proses pengumpulan data di lapangan.

Evakuasi terhadap pedagang dan penghuni kios telah dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan warga sekitar ketika api mulai membesar.

Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kepanikan sempat terjadi akibat cepatnya penyebaran api di beberapa titik.

Kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Namun, estimasi sementara diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan sebagian aset berharga dilaporkan berhasil diselamatkan.

“Kerugian masih dalam pendataan, namun estimasi sementara mencapai sekitar Rp3,5 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar,” jelas Aniceto.

Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan langkah relokasi bagi pedagang terdampak agar aktivitas ekonomi dapat segera dipulihkan. Tempat relokasi sementara telah disiapkan di area pasar yang mampu menampung sekitar 100 hingga 150 pedagang, serta opsi tambahan di gedung pasar baru yang telah disediakan.

“Relokasi pedagang telah kami siapkan agar mereka tetap dapat berjualan kembali. Ini menjadi prioritas agar ekonomi masyarakat tidak terhenti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menegaskan bahwa proses pemadaman telah berlangsung sekitar lima jam hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.

“Tidak ditemukan lagi titik api aktif setelah dilakukan pendinginan menyeluruh di seluruh area terdampak,” tegasnya. ***