Lingkar.co – Kebakaran yang melanda Pasar Kanjengan Johar, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (29/4/2026) malam, berdampak pada ratusan pedagang kaki lima (PKL) dan puluhan ruko di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 23.15 WIB.
“Kami kaget, dapat informasi sekitar pukul 23.15 bahwa terjadi kebakaran di Pasar Johar, khususnya Kanjengan Blok C,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, mayoritas korban terdampak merupakan PKL yang selama ini menempati lapak secara swadaya.
“Jumlah PKL sekitar 200 di lokasi utama, ditambah sekitar 20-an di Blok F, jadi total kurang lebih 220 pedagang,” jelasnya.
Selain lapak PKL, kebakaran juga berdampak pada bangunan permanen di area depan pasar.
“Terdapat sekitar 26 ruko di bagian depan yang ikut terdampak,” tambahnya.
Sebagai langkah awal penanganan, Pemerintah Kota Semarang menyiapkan relokasi sementara agar para pedagang tetap bisa beraktivitas.
“Kami siapkan tempat di gedung baru Pasar Kanjengan untuk sementara,” katanya singkat.
Opsi relokasi juga diperluas ke sejumlah titik lain di kawasan Pasar Johar hingga Pasar Tanjungkarang guna menampung seluruh pedagang terdampak.
Terkait kerugian, estimasi awal mencapai miliaran rupiah karena sebagian besar lapak dibangun secara mandiri oleh pedagang.
“Perkiraan awal sekitar Rp1,5 miliar, bisa sampai Rp2 hingga Rp2,5 miliar,” ungkapnya.
Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan total kerugian serta jumlah pasti pedagang yang terdampak.
Pemkot Semarang juga membuka kemungkinan pemberian bantuan, meski masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
Dalam penanganan kejadian, respons cepat tim gabungan dinilai mampu mencegah api meluas ke area lain.
“Terima kasih kepada kepolisian dan damkar yang bergerak cepat,” pungkasnya. ***










