Lingkar.co – Persoalan keluar masuk barang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali menjadi sorotan seiring dengan meningkatnya aktivitas industri di Jawa Tengah, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
.Arus barang tersendat karena antrean kapal dan lamanya waktu bongkar muat dinilai mulai menghambat kelancaran logistik dan distribusi barang.
Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengakui adanya keluhan dari pelaku usaha terkait tingginya dwelling time dan port stay time di pelabuhan.
Menurutnya, kondisi itu tidak bisa dibiarkan di tengah tuntutan efisiensi industri yang terus berkembang.
“Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, dan minggu depan akan dilakukan pembahasan khusus untuk mencari solusi. Semua stakeholder akan kita undang, mulai dari operator pelabuhan, bea cukai, hingga instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Dia mengatakan, di tengah gangguan rantai pasok global, Indonesia justru harus memastikan sistem logistik dalam negeri berjalan lancar dan efisien. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan industri.
“Kalau logistik kita tidak efisien, ini bisa mengurangi daya saing. Karena itu pembenahan harus segera dilakukan,” tegasnya, di sela-sela acara ground breaking PT Hoi Fu Packaging Indonesia, di KEK Kendal.
Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari saat mendampingi Sesmenko mengatakan, keterbatasan kapasitas pelabuhan saat ini menjadi tantangan nyata bagi daerah yang tengah berkembang pesat sebagai kawasan industri.
Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen arus barang dari wilayahnya masih bergantung pada Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, sementara 30 persen melalui Tanjung Emas Semarang. Namun, keduanya sama-sama menghadapi persoalan kepadatan.
“Di Tanjung Emas antrean bisa sampai berhari-hari, bahkan hingga satu minggu. Ini tentu berdampak pada efisiensi industri,” kata Bupati.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mendorong adanya pengembangan pelabuhan niaga baru di wilayahnya sebagai solusi jangka panjang.
“Kami terus berupaya dan mendorong agar pembangunan pelabuhan niaga di Kendal bisa terwujud. Ini penting untuk mendukung aktivitas industri yang terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan di Kendal akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi kelancaran logistik, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Kalau pelabuhan ini terealisasi, distribusi barang akan lebih efisien dan biaya logistik bisa ditekan. Dampaknya tentu akan luas bagi berbagai sektor,” tandasnya.












