Lingkar.co – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia kembali menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama keselamatan transportasi melalui penyelenggaraan Indonesia-Australia Transport Safety Forum yang digelar di Canberra dan Sydney, Australia.
Forum tersebut menjadi agenda strategis tingkat pejabat tinggi sektor transportasi dalam kerangka kerja sama Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) antara kedua negara.
“Forum ini menjadi wadah penguatan kolaborasi bilateral guna mendukung terciptanya sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Triono, dalam keterangan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan forum tersebut membahas evaluasi kerja sama keselamatan transportasi yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Australia, sekaligus menyusun rencana aksi kerja sama periode 2026–2027.
Pembahasan dalam forum mencakup sejumlah isu strategis, di antaranya keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, peningkatan koordinasi pencarian dan pertolongan (SAR), investigasi insiden transportasi, penguatan kebijakan dan regulasi keselamatan, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di sektor transportasi.
Lebih lanjut, Triono mengatakan dalam forum tersebut juga digelar Subworking Group Meeting antara Direktorat KPLP dan Australian Maritime Safety Authority.
“Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah program tindak lanjut di bidang perlindungan lingkungan maritim yang akan dilaksanakan secara kolaboratif,” ujar Triono.
Adapun sejumlah program kerja sama yang akan ditindaklanjuti meliputi Basic Equipment Operation (BEO Training), OILMAP Training, SPILL ASIA, National Plan Exercise Australia, Regional MARPOL Exercise, serta Oil Sampling Training.
Melalui forum itu, Indonesia dan Australia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi di sektor transportasi, khususnya dalam mewujudkan sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan.
“Demi mendukung konektivitas regional dan pertumbuhan ekonomi kedua negara,” ucap Triono.
Delegasi Republik Indonesia dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Arif Toha didampingi Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional (PFKKI) Amiruddin, Plt. Direktur KPLP Triono, serta perwakilan dari Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, AirNav Indonesia, dan unit kerja terkait lainnya.
Sementara itu, delegasi Australia dipimpin oleh Jimm Betts.
Forum tersebut juga dihadiri perwakilan otoritas keselamatan transportasi, regulator maritim, serta para pemangku kepentingan dari kedua negara.
Penulis: Putri Septina












