Pembangunan Sekolah Rakyat di Wlahar Brebes Dikebut, Ditarget Tuntas Juni 2026

Menteri PU Dody Hanggodo bersama jajaran kementerian mengecek kondisi jembatan bailey Desa Wlahar, Brebes. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, terus dipercepat. Proyek yang digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) itu ditargetkan selesai pada Juni 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh konsorsium KSO WIKA–WEGE–APIK dengan dukungan manajemen konstruksi ARSS Baru KSO PT Intimulya Multikencana.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang representatif dan modern.

“Pembangunan semua Sekolah Rakyat Tahap II ini harus dipastikan bisa selesai seluruhnya pada Juni, sebelum tahun ajaran baru pada Juli,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/6/2026).

Anggaran Capai Rp244,69 Miliar

Pembangunan Sekolah Rakyat Wlahar merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur pendidikan terpadu.

Proyek tersebut didukung pendanaan APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp244,69 miliar.

Dilengkapi Fasilitas Pendidikan Terpadu

Kawasan Sekolah Rakyat Wlahar dibangun di area dengan total luas bangunan sekitar 27.372 meter persegi. Fasilitas yang disiapkan meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, masjid, ruang serbaguna, sarana olahraga, hingga infrastruktur penunjang kawasan.

Pada tahap awal pelaksanaan, proyek sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, seperti tingginya curah hujan dan terbatasnya akses distribusi material menuju lokasi pembangunan.

Untuk mempercepat pekerjaan, metode konstruksi kemudian disesuaikan dengan penggunaan struktur baja pada sebagian bangunan. Langkah tersebut dinilai mampu memangkas waktu pengerjaan struktur dari sekitar 180 hari menjadi hanya 48 hari.

Selain itu, percepatan proyek juga dilakukan melalui penambahan alat angkut, optimalisasi mobilisasi material, peningkatan jumlah tenaga kerja, serta penerapan sistem kerja dua shift.

Jembatan Bailey Hampir Selesai

Demi mendukung kelancaran distribusi material, pembangunan jembatan bailey menuju lokasi proyek turut dipercepat. Saat ini pemasangan konstruksi jembatan sepanjang 90 meter tersebut hampir rampung.

Keberadaan jembatan itu dinilai penting untuk memperlancar mobilisasi material konstruksi maupun alat berat menuju kawasan pembangunan Sekolah Rakyat.

Pengerjaan jembatan dilakukan melalui kolaborasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY bersama Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

“Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk kolaborasi antar unit organisasi, di antaranya untuk mengatasi keterbatasan akses dalam mobilisasi material pembangunan,” terangnya.

Secara teknis, jembatan bailey tersebut memiliki panjang 90 meter, lebar 4 meter, serta mampu menahan beban hingga 25 ton. Infrastruktur sementara ini dirancang untuk menunjang lalu lintas kendaraan proyek dan distribusi material selama proses pembangunan berlangsung.

Jembatan tersebut juga akan mendukung pengangkutan lebih dari 2.000 ton struktur rangka baja serta operasional truk mixer untuk pekerjaan pengecoran selama konstruksi berjalan.

Penulis: Putri Septina