Pemerintah Tarik Pembiayaan Utang Rp305,5 Triliun hingga April 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Pemerintah mencatat penarikan pembiayaan utang sebesar Rp305,5 triliun hingga 30 April 2026, atau setara 36,7 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp832,2 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut realisasi tersebut masih berada dalam koridor yang terukur dan sesuai perencanaan fiskal pemerintah.

“Ini pembiayaan terjaga dan terukur. Saya pikir pembiayaan utang sampai dengan April sebesar Rp305,5 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Kementerian Keuangan menjelaskan, total pembiayaan anggaran hingga April tercatat sebesar Rp298,5 triliun atau sekitar 43,3 persen dari target APBN Rp689,1 triliun. Pemerintah menegaskan seluruh proses pembiayaan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas dan pasar keuangan.

Selain itu, defisit APBN tercatat menurun menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau sekitar Rp164,4 triliun per akhir April 2026.

Dari sisi pendapatan, negara membukukan realisasi Rp918,4 triliun atau 29,1 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun, dengan pertumbuhan 13,3 persen.

Sementara itu, belanja negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari target APBN Rp3.842,7 triliun, dan tumbuh signifikan sebesar 34,3 persen.

Kementerian Keuangan menilai kinerja fiskal masih berada dalam jalur yang direncanakan (on track), dengan pengelolaan yang dianggap kredibel dan akuntabel.

Adapun keseimbangan primer tercatat kembali surplus sebesar Rp28 triliun, yang menunjukkan kondisi fiskal masih cukup kuat untuk menopang pengelolaan pendapatan, belanja, dan kewajiban utang negara.

Penulis: Putri Septina