Berita  

Iduladha Makin Dekat, Populasi Sapi di Pati Turun Signifikan

Peternakan sapi di Pati. Foto: Miftah/Lingkar.co

Lingkar.co – Populasi sapi di Kabupaten Pati mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saat ini, jumlah sapi di daerah tersebut tercatat sekitar 58 ribu ekor, turun dari sebelumnya yang mencapai sekitar 100 ribu ekor.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, mengatakan penurunan populasi sapi terjadi setelah wabah PMK melanda.

“Kita populasi cenderung turun, kini 58 ribu tetapi untuk kebutuhan kurban saya jamin cukup di Pati. Sebelum ada PMK ada 100 ribuan, di tahun 2019 hingga 2020,” tuturnya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Andi, dampak PMK tidak hanya menurunkan jumlah ternak, tetapi juga membuat sebagian masyarakat trauma untuk kembali memelihara sapi.

“Banyak masyarakat nggak berani memelihara lagi karena trauma dengan kasus PMK, karena nilai ekonomis sapi tinggi. Meski edukasi dan vaksinasi berlangsung, mereka masih trauma kondisi seperti sekarang karena dampak PMK,” ungkap Andi.

Meski populasi sapi menurun hingga puluhan ribu ekor, Kabupaten Pati disebut masih mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Iduladha. Bahkan, sapi dari Pati masih dikirim ke luar daerah.

“Kita juga kirim ke luar daerah seperti Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Dulu populasi ratusan ribu, kini turun menjadi puluhan ribu akibat wabah PMK,” sebutnya.

Andi menambahkan, minat masyarakat untuk kembali memelihara sapi mulai meningkat setelah program vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan lebih masif. (*)