Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meluncurkan Sekolah Lansia ‘Lingga’ Kabupaten Sumedang Tahun 2026 di Pendopo PPS, Selasa (19/05/2026). Sekolah lansia diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar, ruang silaturahmi, dan ruang aktivitas yang mendorong warga tetap sehat, aktif, mandiri, dan bahagia meski telah lanjut usia (Lansia).
Bupati mengatakan, launching sekolah lansia merupakan salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperhatikan para lansia. Sebab, lanjutnya, lansia merupakan sosok yang harus dihormati dan dimuliakan karena telah memberikan pengabdian, pengalaman, dan keteladanan bagi keluarga maupun masyarakat.
“Hari ini saya merasa bahagia melihat semangat para lansia di Kabupaten Sumedang yang tetap aktif, sehat, ceria, dan terus ingin belajar. Inilah sebuah ikhtiar dari kami. Para lansia adalah sosok yang harus dihormati dan dimuliakan,” ujar Dony.
Menurutnya, Sekolah Lansia Lingga didirikan bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang untuk belajar, menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan kepercayaan diri para lansia.
“Sekolah ini menjadi sebuah penghormatan bagi para lansia. Terima kasih atas kontribusinya. Lansia bukan beban, tetapi sumber inspirasi masa depan,” tuturnya.
Dony berharap ke depan Sumedang dapat menjadi kabupaten yang benar-benar ramah lansia dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari sarana olahraga hingga ruang belajar bagi lansia.
“Sumedang harus menjadi kabupaten lansia, di mana banyak fasilitas bagi lansia untuk berolahraga termasuk sekolah bagi lansia, sehingga semua orang terfasilitasi dan terlayani,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sumedang atas dukungan moril maupun materil sehingga Sekolah Lansia dapat terselenggara di Kabupaten Sumedang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil sehingga sekolah lansia ini bisa terselenggara di Sumedang,” ujarnya.
Sekolah Lansia Lingga berlokasi di Kantor PWRI Kabupaten Sumedang dan akan dilaksanakan selama satu tahun dengan 12 kali pertemuan. Ia berharap, sekolah tersebut dapat terus berkembang di Kabupaten Sumedang.
Menurut dia, sekolah lansia sangat dibutuhkan masyarakat karena mampu membantu para lansia tetap aktif dan menjaga kesehatan mental agar tidak mudah pikun.
“Saya melihat dari kebutuhan individu, banyak lansia yang pikun. Dengan sekolah ini diharapkan bisa membantu memelihara daya ingat agar tidak pikun. Lansia juga perlu bimbingan dan arahan bagaimana cara hidup mandiri dan tetap sehat,” katanya.
Selain menjadi tempat belajar, Sekolah Lansia juga menjadi wadah mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antar sesama lansia.
“Sekolah lansia membangun hubungan silaturahmi dan hubungan antar sesama. Sekolah lansia ini untuk menuntut ilmu, karena kita perlu menuntut ilmu hingga hari tua,” katanya. (*)












